Kubuka black berry messenger ku, satu pesan masuk.
Dari Rika “Buruan! di pantry sudah siap lupis, mie ayam dkk” . …
Yess.. naluri anak kostku mulai bekerja, kebetulan banget stok sarapanku roti dan susu memang sudah habis, alhamdulillah pagi-pagi udah dapat berkah.
kupercepat gerakku. Organizer bag berikut dompet, BB dan barang-barang wajib lainnya sudah masuk ke tas. Eh lupa! Beauty case, iya benar. Barang ini menjadi wajib hukumnya untuk dibawah kemana-mana, jika disuruh memilih rasanya mendingan ketinggalan dompet deh, dari pada ketinggalan yang ini,. Sulit kubayangkan jika sehari muka ini gak tersentuh bedak dan lipstik nude andalanku.. hehehe..
sedetik kemudian, kriiiiiing... incoming call from Mince kost..
“Halo, Nape cong?”
“Coooong.. lo mau ikut gw gak? Gw dijemput nih ama driver kantor. Kalo lo mau, buruan turun sekarang.
“Mauuuuuuuuuuuuuuuuu”
Tanpa mikir panjang, detik itu juga aku langsung cabut dari kamar.
I’m comiiiiiiiiing....Sambil memasang jilbab, kuturuni tangga kostku dengan langkah seribu. Alhamdulillah.. berkah lagi, pagi ini bisa kekantor lebih cepat, irit ongkos taksi lagi. Untung banget deh punya temen kost yang kantornya searah, dijemput tiap hari lagi..
Dipantry teman-temanku sudah pada ngumpul sambil nge teh dan menikmati aneka jenis makanan diatas meja. Tradisi ini tiap pagi kami lakukan sebelum memulai aktivitas kerja, yaitu ngumpul di pantry, sarapan, sambil ngegosip.
Beda status, beda gender, beda gossip..!! bagi yang gak mau ketinggalan issue kantor, ayo buruan join di sini! Inilah slogan yang tepat buat kami.
Leny yang terkenal modiss, up to date, branded abizz bawa gossip tentang tas kate spade barunya yang lagi sale 15%, trus ada Jeng tria yang ngomporin kita-kita untuk pada beli jam tangan ice watch persis punya dia, model karet yang lagi ngetrend saat ini. Belum lagi info zara, mango, dan charles n keith yang lagi sale. Oh nooooooo... mendengarnya ajah kepala ini udah muter 7 keliling.. Lagi lagi UUD (ujung-ujungnya duiiiit)
Trus ada Mas Dony dengan gossipnya seputar cewek, karaoke dan ranjang..hahaha.. temenku yang satu ini emang gak ada matinya, kalo gossip udah dari dia, dijamin anda yang keluar dari pantry, akan dibuat bezerr dan sakit perut akibat ketawa..
Ada lagi gossip tentang cara pertolongan pertama bagi balita yang terserang demam, kalo gossip ini udah jelas dong sumbernya dari mana? So pasti dari ibu-ibu muda yang manja dan baru ngalamin punya anak.. tapi siapapun dia, ada satu gossip yang kita semua yakin pasti gak ada yang mau ketinggalan.
Pagi ini Mba Fery, Accounting managerku membawa gossip yang sudah ditunggu-tunggu seantero kantor.. gosipnya ” Babe udah setuju dengan proposal pembagian bonus, dan pengalinya juga gak tanggung-tanggung boow.. 5 sampe 6 kali gaji” Oh Em Ji, Oh Em Ji, Oh Em Ji...!! Gossip ini seketika membuat orang seisi pantry jadi berkhayal.
Tapi apapun khayalan mereka, khayalan yang ada dibenakku hanya satu, aku pengen beli TV Baruuuu..
Semua orang se pantry ketawa mendengarku,”Hari gini? Masih ada yang belum punya TV? Dasar kodooong... seru Pak Roy.
Eh iya panggilan sayangku oleh teman-teman kantor adalah KODONG, artinya dalam bahasa makassar KASIHAN, gak tau kenapa nama ini bisa nempel sama aku, mungkin karena mereka sering mendengar aku ngobrol di telp sama temen-temen atau saudara di Makassar, dan memang sih kata terbanyak yang aku keluarin adalah KODONG..
Orang-orang pada berkhayal pengen ke Macau, shopping ke Bangkok, ganti mobil, tapi si kodong? Malah beli TV.. Kasian bageeet... timpal yang lain
Tapi aku gak peduli, aku tetap asyik berceloteh pengen beli TV, TV ku rusak akibat meleduk kemarin, jadinya udah hampir dua bulan aku gak nonton TV di kamar....
LCD 21 inc langsung menerawang dipikiranku.. wouw dah gak sabar pengen punya LCD, selain hemat tempat, tar bawanya juga enteng saat pindahan kost, tapi yang masalah adalah
BENER GAK NIH, KITA DAPAT BONUS??...
Belum jauh aku berkhayal kesana, tiba-tiba Pak Roy yang terkenal baik hati dan pemurah teriak padaku,
”Kodong, elo gak usah nunggu bonus keluar deh, sekarang aja elo telp Carefour minta dianterin TV LCD 21 inc ke kantor, tar bon-nya kasi ke gw, gw yang bayarr.. gw kasian ma elo.. jauh-jauh dari Makassar TV ajah kagak punya.
What???? Kakiku rasanya gak mijak kelantai mendengarnya, temen-temen yang lain juga pada tepuk tangan ikut ngomporin.. Alhamdilillaaaah..
Kontan aku berdiri dan langsung meluk Pak Roy, udah gak ketahuan kata yang keluar dari mulutku, yang pasti maksudku adalah Makassiiiih Pak Roy sayaaaaaang...mmuah mmuaah..
Jam 9.30 aku kembali kemeja, Back to work sambil menunggu Carefour buka jam 10. Email kerjaan dari boss kubaca satu persatu, saatnya untuk konsentrasi. Kupelototin laptopku dengan saksama tanpa berkedip, membaca kalimat demi kalimat yang dikirimkan bosku, maklum email dari dia bacanya mesti hati-hati. Selain full in english, kadang otakku suka gak nyampe dengan maksud dia.. hihihi (onengku suka kumat kalo lagi seneng)
Dan kriiiiiiing.. telp extention mengagetkanku dari konsentrasi, kulihat dilayar telpon tertulis 1008 HRM Fany. Telpon dari Ibu Fany manager SDM ku.
Ah, paling mau ngucapin selamat, bisik batinku.
“Pagi mamiiii... sapaku nyaring di telp.
Pagi Erna, eh mami mau nanya dong, Erna minat kursus bahasa Inggris nggak?
Minat ajah mam, emang lagi ada program kantor ya mam? Tanyaku riang
Iya ada, tapi nggak semua karyawan dapat, kalau Erna minat, besok sore Erna ke Wall Street yang di ratu plaza langsung placement test. Soalnya kita mau kursunya mulai bulan ini.
What???? Gak salah mam? Wall Street? Oh god! Semalam aku mimpi apa sih ini??? Lagi-lagi Oh Em Ji....Alhamdulillaah..
Thanks ya Allah, there are a nice friends around me
January 2010
Kamis, 11 Februari 2010
Rabu, 21 Oktober 2009
Bingkisan hati dari ujung kota ku...

Tahun ini adalah kali pertamanya aku melakukan ritual mudik lebaran setelah dua tahun dirantau,, lebaran dikampung halaman memang sejatinya impian hampir semua orang tak terkecuali aku..:) Oleh-oleh buat orang tua, saudara, om, tante, sepupu dan sahabat-sahabat terdekatku dipastikan tak ketinggalan. Mudik dan oleh-oleh bagai dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan lagi dalam budaya keluargaku.. Iya,rasanya yang satu ini memang sudah menjadi wajib hukumnya…
Makassar kotaku tercinta..
Dikota ini aku tumbuh, besar dan menuai pahit manisnya hidup…
Dikota ini masa remaja kulewati dengan goresan cerita yang penuh dinamika dan warna ..
Dikota ini pernah kuruntuhkan kepercayaan orang-orang tercintaku demi pencarian sebuah jati diri...
Dikota ini juga kembali kubangun serpihan – serpihan cinta dan amanah itu yang pernah aku khianati..
Dikota inilah kutapak naik turunnya kehidupan...
Setelah dua tahun diperantauan semuanya seperti disulap, bandar udara, mall hingga gedung-gedung perkantoran yang dibangun dengan sangat megah-nya semakin menambah keindahan kota ini.. sebuah atmosfir baru telah dilahirkan... Subhanallah.. Kecintaan dan rasa rinduku tak dapat kubendung lagi... Makassar, aku bangga memilikimu..
Empat hari lebaran kami rayakan bersama keluarga besarku di Bone, dikabupaten yang berjarak kira-kira 100km dari kota Makassar disebuah dusun tempat dimana aku dilahirkan. Tak ada yang berbeda pada lebaran kali ini, seperti biasa anak-anak nenek beserta keluarganya yang juga tinggal jauh dari luar kota dan pulau ikut mudik dan ngumpul jadi satu ditempat nenek. Ngumpul seperti ini sudah menjadi tradisi tahunan dalam keluarga kami..Tradisi yang InsyaAllah tidak akan pernah lekang oleh waktu dan tidak akan pernah usang ditelan masa..
Namun kali ini ada yang special bagiku, tepat tgl 19 september atau 30 Ramadhan 1430H dikala lantunan takbir idul fitri berkumandang sebuah kado istimewa dari mereka orang-orang tercintaku menyentuh batin ini....
Hari ini usiaku bertambah lagi satu angka, ucapan, doa, pelukan, ciuman dan sebuah kejutan kecil dari mama-papa, om, tante, kakak dan adik-adikku membuatku tak kuasa membendung haru...
Hadiah yang tulus, hadiah yang membuatku bahagia dan bersyukur.. Ya Allah sungguh beruntung aku memiliki mereka..
Kotaku memang banyak yang berubah namun satu hal yang tak berubah dan semoga tak akan pernah berubah.. Orang tua, keluarga dan sahabat-sahabatku.. Mereka adalah anugerah terindah yang telah diberikan Tuhan padaku..
Mama-papa, mereka adalah jantung hidupku yang tak henti-hentinya memberikan cinta, kasih, dukungan dan doa bagiku
Begitupun sahabat-sahabatku, ikatan hati yang ada antara kita tak akan hilang walaupun dimensi jarak memisahkan, mereka selalu ada dihatiku dan tak bisa tergantikan karena tanpa mereka aku tak akan seperti sekarang ini..
Sepuluh hari berlalu tanpa terasa, selama itupun tak kubiarkan hari-hariku dikota ini berlalu tanpa mereka..
Persembahan cinta dan sujud syukurku yang tak terhingga buat mama – papa atas segalanya yang telah kau berikan yang tak akan mungkin bisa kusebutkan satu persatu..
Buat sahabat-sahabatku let me go! trust me, esok aku akan kembali lagi, disini bersama kalian, membawa cerita baru yang kuyakini akan membuat kita tertawa, menangis dan bahagia bersama..
I love u all..
Jumat, 10 April 2009
What’s wrong with Me???
Kapan kawin? Mana calonnya? Ayo buruan! kalian tunggu apa lagi sih? “Heran, apa susahnya sih menikah? Pertanyaan itu acap kali menjadi pembahasan yang cukup mengusik hati para kaum lajanger’s, tak jarang dari orang-orang sekitar mereka menunjukkan empatinya menawarkan diri jadi ma’comlang dengan mengenalkan sanak saudara, teman sekantor ataukah kerabat dekatnya.
Dan yang lebih ekstrim lagi bahkan dari mereka ada yang mengajak ke orang pintar alias dukun dengan alih-alih pintu jodohnya akan segera terbuka, “ Ayo aku temenin ke mbah dukun, kamu mesti dimandiin kembang tujuh rupa, moso sih gadis secantik ini,akhlak bagus, karirnya oke belum laku juga??
OMG!!….. tak terhitung lagi berapa banyak usaha yang telah dilakukan oleh para lajanger’s demi mendapatkan seorang pendamping hidup. membuka networking, berkenalan, menjalin hubungan, membentuk komitmen hingga pengorbanan jiwa dan raga lainnya telah dilakukan, bahkan tak terhitung lagi berapa banyak kegagalan yang telah dialaminya demi mendapatkan seorang calon suami.
What’s wrong with me??? mereka kadang dibuat bingung oleh keadaan, sebenarnya apa yang salah sih dalam diri kami hingga kesalahan harus terjadi berulang?
Nyanyian lama bersenandung kembali, kisah lama terulang lagi, kesalahan yang dulu terjadi lagi. Apa yang salah dalam diriku?? Pertanyaan itu masih terus datang megusik hati para kaum lajangers.
Batin mereka berontak, kami tidak terima dicap milih-milih, kami menepis dianggap tidak laku, kami menolak dianggap keledai yang terperosok berkali-kali pada lubang yang sama, tapi kami juga tidak dapat memungkiri bahwa kenyataannya memang demikian??? jika tanda-tanda itu mulai mendekat selalu saja ada persoalan, entah si dia yang menarik diri ataukah dari kami ada bisikan “dia bukan yang terbaik untuk mu”
Padahal kami perlu menegaskan dan menyiarkan keseluruh penjuru bahwa sesungguhnya kami ini, tidak ingin hidup melajang selamanya, kami tidak menunggu apa-apa lagi kecuali calon pendamping, kami tidak pilih-pilih tapi hanya memilih yang baik akhlaknya, kami tidak sibuk dengan karir dan pekerjaan tapi kami hanya menyibukkan diri agar bisa mengalihkan perhatian dan bisa memberikan manfaat bagi orang sekitar..
Kami juga menolak dianggap trauma dengan masa lalu karena kami merasa masa lalu kami telah terkubur, kami juga menolak dianggap tidak laku karena hari-hari kami tidak luput dari pedekate-pedekate, kami juga mengingkari dianggap milih-millih karena wajar jika yang kami cari adalah yang baik agamanya, tanggung jawab, dan mencintai keluarga!!! Lalu apa yang salah?
Nyanyian dari oppie Andaresta "single happy.... telah mewakili kata hati kami, jiwa kami ikut berdendang merdu mengikuti lagu ini, menjawab sekelumit pertanyaan sekitar yang terus mendera dan mengusik..
Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy...
Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy....
Mereka bilang “sudah saatnya karna usia
Untuk mencari sang Pasangan Hidup”
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah
Erna usman
Rabu, 25 Februari 2009
Seuntai Cinta buat PAPA..

Papaku hebat, dia sangat senang membantu orang-orang tapi dia sendiri sukar meminta bantuan..
Papaku hebat, dia seharian banting tulang mencari nafkah untuk kami, tapi tatkala mama sakit dia juga bisa dalam sekejap didapur membuat kan kami masakan terlezat sedunia..
Papaku hebat, dia tidak pernah mau mengakui dia sakit, karena ia tidak pernah tega melihat kami sedih dan repot mengurusinya.
Cerita Nenekku Papaku dulu dimanja, diberi pendidikan yang tinggi dan tidak pernah dibiarkan menyentuh sawah untuk membantu kakek, tapi sekarang dia malah bekerja melebihi pekerjaan sawah demi anak-anaknya, agar bisa lebih banyak kesempatan darinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan darinya, dan lebih beruntung darinya..
Dari kecil papaku selalu membiarkan mama yang hadir menerima penghargaanku sebagai siswa berprestasi dari sekolahku,
tapi tatkala aku dalam kesulitan dia tidak akan pernah membiarkan seorang pun hadir sebelum dia sendiri meyakinkan aku “ Tenang nak,. ada Papa disini!”
Dia paling tahu bagaimana mendorong ayunan tinggi untuk membuatku senang tapi tidak takut..
Papa sangat bahagia kalau seluruh keluargaku berkumpul dalam setiap kesempatan. Walaupun hanya akan menjadi pendengar setia, tapi sesekali Ia akan ikut tersenyum dan tertawa dalam obrolan. Walau dia akan terlihat bodoh jika ia diam, tapi dimataku dia adalah laki-laki terhebat dan terpandai sejagat raya.. .
Papa tidak akan bisa ditemukan di album foto keluarga, karena dia yang selalu mengalah untuk memotret kami..
Dari kecil sekalipun papa tidak pernah marah, memukul atau berlaku kasar padaku, tapi dimataku dia akan selalu menjadi sosok yang paling aku segani sedunia. Papa mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia selalu membantuku mencarinya..
Papa itu murah hati....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan agar bisa memberikan yang kami butuhkan. Ia memilih melewati tayangan club bola kesayangannya dari pada harus mengganggu keasyikan kami nonton tayangan musik. Ia membelikanku tape recorder merk baru yang aku inginkan, padahal ia sendiri butuh uang untuk membeli kacamata. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, tatkala mendengar aku memanggil namanya...
Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp kami tiap semester, meskipun kami tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya.... Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehat kami untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. .
Papaku mengangkat beban berat dari bahu kami dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu..
Papa akan berkata "Tanyakan saja pada Mamamu" Ketika ia ingin berkata "TIDAK"
Papa tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika aku selama dirantau tidak memberinya kabar selama 2 minggu ……
Papa hanya mencium keningku ketika pertama kali aku pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk ku mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya lagi...
Papa pernah berkata :" Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"
Dan Untuk masa depan ketiga anak gadisnya papa berpesan: "Jangan cengeng meski kau seorang perempuan, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk PAPA anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Papa,
Papa akan selalu ikhlas kalaupun posisi Papa akan tergantikan oleh DIA di hatimu!"
Papa bersikeras, bahwa anak-anakku kelak harus bersikap lebih baik daripada Aku dulu....
Papa bisa membuatku percaya diri, karena ia percaya padaku...Papa tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.... Dan terpenting adalah Papa selalu mencari cara untuk mencintai Allah SWT, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar aku dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaiku karena cintaNya.
Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan,
untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung,
untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku,
untuk masakan paling lezat sedunia,
untuk tempat duduk terbaik di bahumu yang begitu kekar ketika aku ingin melihat pawai,
untuk tetes "air mata laki-laki "yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku,
untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati.
Tak akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan "jazakallah bil jannah,"
Semoga Allah Swt mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Allah berikan , semoga...... ..
" Dan untuk semua sahabat-sahabatku yang saat ini sedang merindukan Papa.
I Love U Papa…
ErnaUsman
Selasa, 03 Februari 2009
Fenomena Hidup
Bang Arif ojek langgananku absent menjemputku pagi ini, kemarin beliau ijin kalau pagi ini akan mengantarkan anaknya masuk sekolah. Naik metro mini adalah pilihan yang tepat, dari pada naik taksi harus mutar melewati jalanan yang macet.
Kupercepat langkahku mengejar metro mini tujuan blok M, aku harus tiba kantor tepat pukul 9 pagi ini. Sederet tugas dari bosku yang charming, cool, diam tapi smart nya minta ampuuun menguasai pikiranku. talking pointers dengan beberapa media, prepare presentation untuk forum 21 young leadership di Tokyo besok, dan sederet lagi tugas-tugas yang memeras pikiran membuatku tidak tenang dan bersemangat untuk tiba dikantor secepat mungkin..
Dari kost hanya butuh waktu 20 menit untuk tiba ke kantor, itu kalo lagi gak macet, waktu yang sangat cepat untuk ukuran kota besar seperti Jakarta.
Belum lima detik menunggu di Halte, Metromini tujuan Lebak bulus- Blok M sudah tiba didepan mata, kunaiki tangga bus dan memilih kursi persis di samping pintu masuk, kursi ini adalah tempat favoritku tiap kali menaiki bus, entah kenapa aku merasa nyaman aja jika duduk disini, disebelahku duduk seorang laki-laki paruh baya usianya mungkin sekitar limapuluahan tahun, dari seragamnya kelihatannya dia PNS Pemkot Jakarta, setelah bergeser memberikan tempat duduk, bapak itu kembali asyik melanjutkan bacaannya. Harian Berita Kota, kulirik headline beritanya “ Seorang Mahasiswa nekad terjun dari lt 17 karena prustasi diputus cinta” aku langsung tersenyum geli, hehe cinta oh cinta..
bayanganku langsung tertuju pada pengalaman pahitku putus cinta, gila ya? kalau saja aku tidak bisa memaknai hidup ini dengan bijak mungkin saja tidak hanya sekali aku melakukan hal yang sama, terjun bebas dari gedung tinggi karena putus cinta hihihi.. Kasian sekali..
Orang-orang seperti mereka belum menyadari bahwa “selalu ada keindahan dalam setiap ketidaksempurnaan”. Mereka belum tau bahwa kita baru akan menyadari keindahan itu saat kita mengalami perubahan kondisi dalam satu rentetan waktu, dan semuanya tergantung dari nilai-nila yang selama ini kita anut. Sangat benar bahwa didikan dari orang tua, kondisi lingkungan maupun keluarga sangat berpengaruh dalam menanamkan nilai-nilai itu, agar anak-anak kita kelak tidak salah melangkah dalam memilih keputusan dan memaknai hidupnya. Pelajaran yang sangat berharga buat kita semua..
Belum jauh aku berpikir kesana, seorang anak kecil usianya sekitar lima atau enam tahun menaiki bus dan langsung menyodorkan tangannya kepada penumpang satu persatu
“ Buu, paak minta recehan! saya belum makan seharian, kasihani saya buuu” Begitulah dia mengibah berharap dikasihani, anak itu berlalu dari pandanganku setelah mendapat recehan seribu perak, kasihan sekali dia masa kecilnya yang indah harus terenggut dikarenakan kondisi orang tua,
Tak lama kemudian jedah lima menit datang lagi anak lainnya, seorang pengamen perempuan yang masih belia usianya kira-kira 15 tahun. Kali ini penampilannya masih lebih rapih dari yang tadi, rambutnya dikuncir dengan hiasan pita pink dikepala, model bajunya mengikuti trend jaman sekarang kaos panjang berwarna pink dibaluti belero cokelat dengan jeans ketat model pensil. Hmm nice combination! pikirku dalam hati, hanya saja walaupun pakaiannya modis tapi tetap saja terlihat kotor, entah karena debu yang menempel atau memang karena belum diganti dari beberapa hari, anak itu berdiri persis disamping pintu bus menghadap kesemua penumpang,
Sebelum memulai pertunjukan anak itu menundukkan kepala pertanda memberi hormat kepada semua penumpang, selanjutnya dia mulai beraksi memainkan botolnya dengan menepukkan botol ke telapak tangan kirinya hingga koin dalam botol tersebut mengeluarkan suara.
Tapi hal yang sangat menggelitik hati adalah anak itu bernyanyi dengan lagu yang sangat tidak bisa kita mengerti entah lagunya Potong bebek angsa, PeterPan ataukah Afgan? persis suara anak kecil yang belum bisa ngomong bedanya suara anak ini masih memiliki irama walaupun lyrik nya sama sekali tidak jelas, terakhir anak itu menundukkan kepala lagi memberi penghormatan terakhir, mungkin maksudnya kali ini adalah Sekian dan Terima kasih.. akhirnya aku baru sadar kalau ternyata anak tersebut GAGUK alias BISU...
Masya Allah! bayangkan sudah tau bisu tapi kok masih memilih ngamen sebagai jalan hidupnya?? hal yang tidak bisa diterima oleh akal sehatku..
Anak kecil ketiga datang lagi untuk terakhir kalinya, kali ini dia tidak sendiri tapi ditemani oleh ibunya, si Ibu membunyikan rabana dan si anak mendendangkan lagu, walaupun lagu kali ini kedengaran jelas PUSPA nya ST12, tapi tetap saja terdengar miris, anak kecil itu bernyanyi sambil merapatkan kedua belah telapak tangannya ke arah bibir. Tubuh kecilnya menggigil akibat kehujanan diluar jalan. Sungguh sebuah pemandangan yang membuatku merinding, terharu, ibah bercampur menjadi satu. Anak sekecil ini harus menjadi korban kebodohan orang tuanya yang malas berjuang memperbaiki nasibnya, tidak berusaha merubah kesulitan sebagai obat yang dapat menyembuhkan keadaan.
Subhanallah! Begitu banyak fenomena hidup yang kujumpai di kota besar ini, anak jalanan yang menyemut dihampir setiap perempatan lampu merah sudah menjadi pemandangan menarik setiap hari.
Aku semakin sadar bahwa didunia ini bukan kita saja yang mengalami kesulitan bahkan keadaan mereka jauh lebih sulit dibanding kita, Ya Allah! begitu banyak nikmat yang tidak aku sadari telah engkau limpahkan padaku.
Tanpa terasa bus membawaku berhenti persis didepan kantorku di daerah bilangan Jakarta – Selatan, fenomena hidup yang kujumpai hari ini mengantarkan aku pada satu kata “SYUKUR”
Kekayaan sejati adalah ketika kita bisa selalu bersyukur, tidak mudah putus asa, dan tetap sabar berusaha...
Kupercepat langkahku mengejar metro mini tujuan blok M, aku harus tiba kantor tepat pukul 9 pagi ini. Sederet tugas dari bosku yang charming, cool, diam tapi smart nya minta ampuuun menguasai pikiranku. talking pointers dengan beberapa media, prepare presentation untuk forum 21 young leadership di Tokyo besok, dan sederet lagi tugas-tugas yang memeras pikiran membuatku tidak tenang dan bersemangat untuk tiba dikantor secepat mungkin..
Dari kost hanya butuh waktu 20 menit untuk tiba ke kantor, itu kalo lagi gak macet, waktu yang sangat cepat untuk ukuran kota besar seperti Jakarta.
Belum lima detik menunggu di Halte, Metromini tujuan Lebak bulus- Blok M sudah tiba didepan mata, kunaiki tangga bus dan memilih kursi persis di samping pintu masuk, kursi ini adalah tempat favoritku tiap kali menaiki bus, entah kenapa aku merasa nyaman aja jika duduk disini, disebelahku duduk seorang laki-laki paruh baya usianya mungkin sekitar limapuluahan tahun, dari seragamnya kelihatannya dia PNS Pemkot Jakarta, setelah bergeser memberikan tempat duduk, bapak itu kembali asyik melanjutkan bacaannya. Harian Berita Kota, kulirik headline beritanya “ Seorang Mahasiswa nekad terjun dari lt 17 karena prustasi diputus cinta” aku langsung tersenyum geli, hehe cinta oh cinta..
bayanganku langsung tertuju pada pengalaman pahitku putus cinta, gila ya? kalau saja aku tidak bisa memaknai hidup ini dengan bijak mungkin saja tidak hanya sekali aku melakukan hal yang sama, terjun bebas dari gedung tinggi karena putus cinta hihihi.. Kasian sekali..
Orang-orang seperti mereka belum menyadari bahwa “selalu ada keindahan dalam setiap ketidaksempurnaan”. Mereka belum tau bahwa kita baru akan menyadari keindahan itu saat kita mengalami perubahan kondisi dalam satu rentetan waktu, dan semuanya tergantung dari nilai-nila yang selama ini kita anut. Sangat benar bahwa didikan dari orang tua, kondisi lingkungan maupun keluarga sangat berpengaruh dalam menanamkan nilai-nilai itu, agar anak-anak kita kelak tidak salah melangkah dalam memilih keputusan dan memaknai hidupnya. Pelajaran yang sangat berharga buat kita semua..
Belum jauh aku berpikir kesana, seorang anak kecil usianya sekitar lima atau enam tahun menaiki bus dan langsung menyodorkan tangannya kepada penumpang satu persatu
“ Buu, paak minta recehan! saya belum makan seharian, kasihani saya buuu” Begitulah dia mengibah berharap dikasihani, anak itu berlalu dari pandanganku setelah mendapat recehan seribu perak, kasihan sekali dia masa kecilnya yang indah harus terenggut dikarenakan kondisi orang tua,
Tak lama kemudian jedah lima menit datang lagi anak lainnya, seorang pengamen perempuan yang masih belia usianya kira-kira 15 tahun. Kali ini penampilannya masih lebih rapih dari yang tadi, rambutnya dikuncir dengan hiasan pita pink dikepala, model bajunya mengikuti trend jaman sekarang kaos panjang berwarna pink dibaluti belero cokelat dengan jeans ketat model pensil. Hmm nice combination! pikirku dalam hati, hanya saja walaupun pakaiannya modis tapi tetap saja terlihat kotor, entah karena debu yang menempel atau memang karena belum diganti dari beberapa hari, anak itu berdiri persis disamping pintu bus menghadap kesemua penumpang,
Sebelum memulai pertunjukan anak itu menundukkan kepala pertanda memberi hormat kepada semua penumpang, selanjutnya dia mulai beraksi memainkan botolnya dengan menepukkan botol ke telapak tangan kirinya hingga koin dalam botol tersebut mengeluarkan suara.
Tapi hal yang sangat menggelitik hati adalah anak itu bernyanyi dengan lagu yang sangat tidak bisa kita mengerti entah lagunya Potong bebek angsa, PeterPan ataukah Afgan? persis suara anak kecil yang belum bisa ngomong bedanya suara anak ini masih memiliki irama walaupun lyrik nya sama sekali tidak jelas, terakhir anak itu menundukkan kepala lagi memberi penghormatan terakhir, mungkin maksudnya kali ini adalah Sekian dan Terima kasih.. akhirnya aku baru sadar kalau ternyata anak tersebut GAGUK alias BISU...
Masya Allah! bayangkan sudah tau bisu tapi kok masih memilih ngamen sebagai jalan hidupnya?? hal yang tidak bisa diterima oleh akal sehatku..
Anak kecil ketiga datang lagi untuk terakhir kalinya, kali ini dia tidak sendiri tapi ditemani oleh ibunya, si Ibu membunyikan rabana dan si anak mendendangkan lagu, walaupun lagu kali ini kedengaran jelas PUSPA nya ST12, tapi tetap saja terdengar miris, anak kecil itu bernyanyi sambil merapatkan kedua belah telapak tangannya ke arah bibir. Tubuh kecilnya menggigil akibat kehujanan diluar jalan. Sungguh sebuah pemandangan yang membuatku merinding, terharu, ibah bercampur menjadi satu. Anak sekecil ini harus menjadi korban kebodohan orang tuanya yang malas berjuang memperbaiki nasibnya, tidak berusaha merubah kesulitan sebagai obat yang dapat menyembuhkan keadaan.
Subhanallah! Begitu banyak fenomena hidup yang kujumpai di kota besar ini, anak jalanan yang menyemut dihampir setiap perempatan lampu merah sudah menjadi pemandangan menarik setiap hari.
Aku semakin sadar bahwa didunia ini bukan kita saja yang mengalami kesulitan bahkan keadaan mereka jauh lebih sulit dibanding kita, Ya Allah! begitu banyak nikmat yang tidak aku sadari telah engkau limpahkan padaku.
Tanpa terasa bus membawaku berhenti persis didepan kantorku di daerah bilangan Jakarta – Selatan, fenomena hidup yang kujumpai hari ini mengantarkan aku pada satu kata “SYUKUR”
Kekayaan sejati adalah ketika kita bisa selalu bersyukur, tidak mudah putus asa, dan tetap sabar berusaha...
Senin, 05 Januari 2009
Kidung Cinta
Memasuki pergantian tahun, 01 Januari 2009 pukul 00.00 dinihari,
Tak terasa muhasabah cinta membawaku sampai ketitik ini, titik yang membawa rasaKu bergejolak kencang, getar asmaraKu mengalun lembut dan kidung cintaKu berirama merdu..
Sungguh syahdu namun dahsyat..
KAU dan AKU sebuah perjalanan kasih yang unik yang pernah kurasakan, sebuah roman kehidupan dua insan yang sangat menggugah hati dan Sebuah perpaduan asmara sejoli yang dibingkai kedewasaan dan nilai-nilai Islami..
kutemukan sejuta makna disana..
lewat tatapan mata dan sentuhan lumbutMu, Kucoba menggali dalam makna yang ada antara KAU dan AKU, dua insan manusia yang berbeda karakter, sifat,budaya untuk dipersatukan dalam tali cinta, untaian kasih dan buaian rasa sayang berlandaskan ketulusan, penghargaan dan saling percaya..
Memasuki detik-detik pergantian tahun, dalam majelis dzikir kulantunkan ayat-ayat cinta dari relung kalbuKu, ku mohon pada sang Khalik agar tahun ini dimudahkan segala urusanKu, dan dikabulkan segala rencanaKu dalam Ridho-Nya sang Maha Kuasa..
Semoga doa ini di Ijabah oleh-Nya, dibangunkan sebuah MAHLIGAI CINTA untuk Kita, tempat berlabuhnya dua hati yang telah lama mencari pasangan jiwa, Sebuah singgasana bertahta cahaya kasih, Hangatkan ruangnya dengan cinta suci dua hati..
kekasihKu disana!! kukirimkan do'a dan kidung cinta sebagai pelipurlara dikala sepi menghampiri, untuk mengantarkan kita dalam kedamaian dan kebahagiaan abadi....
Tak terasa muhasabah cinta membawaku sampai ketitik ini, titik yang membawa rasaKu bergejolak kencang, getar asmaraKu mengalun lembut dan kidung cintaKu berirama merdu..
Sungguh syahdu namun dahsyat..
KAU dan AKU sebuah perjalanan kasih yang unik yang pernah kurasakan, sebuah roman kehidupan dua insan yang sangat menggugah hati dan Sebuah perpaduan asmara sejoli yang dibingkai kedewasaan dan nilai-nilai Islami..
kutemukan sejuta makna disana..
lewat tatapan mata dan sentuhan lumbutMu, Kucoba menggali dalam makna yang ada antara KAU dan AKU, dua insan manusia yang berbeda karakter, sifat,budaya untuk dipersatukan dalam tali cinta, untaian kasih dan buaian rasa sayang berlandaskan ketulusan, penghargaan dan saling percaya..
Memasuki detik-detik pergantian tahun, dalam majelis dzikir kulantunkan ayat-ayat cinta dari relung kalbuKu, ku mohon pada sang Khalik agar tahun ini dimudahkan segala urusanKu, dan dikabulkan segala rencanaKu dalam Ridho-Nya sang Maha Kuasa..
Semoga doa ini di Ijabah oleh-Nya, dibangunkan sebuah MAHLIGAI CINTA untuk Kita, tempat berlabuhnya dua hati yang telah lama mencari pasangan jiwa, Sebuah singgasana bertahta cahaya kasih, Hangatkan ruangnya dengan cinta suci dua hati..
kekasihKu disana!! kukirimkan do'a dan kidung cinta sebagai pelipurlara dikala sepi menghampiri, untuk mengantarkan kita dalam kedamaian dan kebahagiaan abadi....
Rabu, 29 Oktober 2008
Menanti untuk berbagi
Nyala kilat dan suara halilintar mengiringi rintiknya hujan, hembusan angin terasa dingin merasuk hingga ketulang. Langkahku masih tertatih, masih kurasakan perih pada pergelangan kakiku. Kecelakaan kecil dengan bajaj yang terjadi sepulang kantor tadi tiba-tiba menyadarkan aku betapa keluarga dan orang-orang tercinta sangat berarti disaat genting..
Kerinduanku tiba-tiba meluluh lantahkan ketegaranku selama ini dalam mengarungi sejuta kisah hidup. Entah kenapa saat ini dalam rantauanku , dalam kesendirianku, yang kurasakan adalah, Aku butuh mereka, Aku butuh sentuhan lembutnya, Aku butuh rintihan kasih yang keluar dari bibir tulusnya...Naluriku bertanya ”Kenapa aku ada disini???
Secangkir grean tea hangat dan sepotong pistales yang sangat menggugah selera menemani kesendirianku malam ini, iringan lagu Ruang rindunya letto mengalun lembut mengoyak kerinduanku, menusuk hingga kekalbu.
Sesaat Aku terjaga dari kebisuanku, rasa cemas dan prihatin dari orang-orang tercinta yang diucapkan padaku lewat telepon barusan, menjeratku dalam keharuan dan rasa bahagia..
Subhanallah..sungguh sebuah suara bisa mengobati semua hal, bahkan kakiku yang terkilir pun nyaris tiada rasa.. Kutepis semua bayangan yang telah merusak dan menggerogoti ketegaranku.
Akal sehatku mulai berbicara “aku sedang menjalani pilihan hidup, aku sedang bermetamorfosis” untuk terlahir menjadi makhluk yang indah
Bukankah Kenangan tercipta untuk Masa depan, Kesalahan tercipta untuk Pelajaran,dan Penantian tercipta untuk Pengharapan??
Aku tidak menyerah, tidak menyesal dan tidak akan ragu ada disini, TIDAK AKAN PERNAH.!!
Tulisan ini kututup dengan satu senyuman manis dan sejuta bayangan indah, ” Aku masih disini, akan kuat, tegar, Menanti untuk berbagi..:)
thanks for you all "my beloved" in my life
Kerinduanku tiba-tiba meluluh lantahkan ketegaranku selama ini dalam mengarungi sejuta kisah hidup. Entah kenapa saat ini dalam rantauanku , dalam kesendirianku, yang kurasakan adalah, Aku butuh mereka, Aku butuh sentuhan lembutnya, Aku butuh rintihan kasih yang keluar dari bibir tulusnya...Naluriku bertanya ”Kenapa aku ada disini???
Secangkir grean tea hangat dan sepotong pistales yang sangat menggugah selera menemani kesendirianku malam ini, iringan lagu Ruang rindunya letto mengalun lembut mengoyak kerinduanku, menusuk hingga kekalbu.
Sesaat Aku terjaga dari kebisuanku, rasa cemas dan prihatin dari orang-orang tercinta yang diucapkan padaku lewat telepon barusan, menjeratku dalam keharuan dan rasa bahagia..
Subhanallah..sungguh sebuah suara bisa mengobati semua hal, bahkan kakiku yang terkilir pun nyaris tiada rasa.. Kutepis semua bayangan yang telah merusak dan menggerogoti ketegaranku.
Akal sehatku mulai berbicara “aku sedang menjalani pilihan hidup, aku sedang bermetamorfosis” untuk terlahir menjadi makhluk yang indah
Bukankah Kenangan tercipta untuk Masa depan, Kesalahan tercipta untuk Pelajaran,dan Penantian tercipta untuk Pengharapan??
Aku tidak menyerah, tidak menyesal dan tidak akan ragu ada disini, TIDAK AKAN PERNAH.!!
Tulisan ini kututup dengan satu senyuman manis dan sejuta bayangan indah, ” Aku masih disini, akan kuat, tegar, Menanti untuk berbagi..:)
thanks for you all "my beloved" in my life
Rabu, 22 Oktober 2008
Selamat Malam Cinta...
Matahari perlahan mulai tenggelam, langit sore mulai tampak gelap diselimuti awan hitam. Irama dan lagu-lagu cinta yang didendangkan pengamen bus kota terus dialunkan, ah! Betapa sebuah lagu bisa mencairkan kebekuan hati, bus kota tujuan tanah abang – blok M terus melaju hingga tak terasa membawaku ke alam KHAYALAN..
Detik demi detik, hingga harus berganti tahun. Aku masih terjaga, usiaku tidak muda lagi, sebagian orang menganggap usiaku adalah usia yang ranum, usia yang matang, usia keemasan.
Ah! Bukan hal penting bagiku, umur hanya sebuah penambahan angka. "Menjadi TUA itu pasti, tapi menjadi DEWASA itu adalah Pilihan"..
Kuputar kembali rencana indah yang telah tersusun rapih dalam bingkai alam sadarku, banyak hal yang tergambar, rasa-rasanya, dinamika kehidupan yang telah aku lewati dan pernak-pernik kisah yang telah aku jalani membuatku berpikir, “Sudah sampai fase mana aku berada?
Pikiranku terhenti pada fase ini, bayangan tentang seseorang menggelitik ruang terdalam hatiku, suatu ketidakpastian yang sulit terlihat pada awalnya, tapi dengannya membuat aku mampu berpikir dan melihat lebih jauh kedepan, sesuatu yang membuat aku percaya diri melangkah dan menunjukkan AKU sebenarnya, sesuatu yang aku jalani dengan ringan tanpa memaksa keadaan dan kondisi, sesuatu yang aku jalani dengan aman tanpa takut jika sesuatu terjadi diluar rencana, seperti air mengalir, mengikuti arah arusnya akan kemana hingga membawa kita tiba ke tujuan akhir.
Malam semakin kelam, bus kota masih membawaku menelusuri hiruk pikuknya ibu kota, aku masih sulit mendefinisikan apa sebenarnya yang terjadi denganku malam ini?
Atas nama Logika aku seharusnya sepi, tapi atas nama Perasaan aku tenang, aman, hormat dan percaya.
Selamat malam CINTA...
Detik demi detik, hingga harus berganti tahun. Aku masih terjaga, usiaku tidak muda lagi, sebagian orang menganggap usiaku adalah usia yang ranum, usia yang matang, usia keemasan.
Ah! Bukan hal penting bagiku, umur hanya sebuah penambahan angka. "Menjadi TUA itu pasti, tapi menjadi DEWASA itu adalah Pilihan"..
Kuputar kembali rencana indah yang telah tersusun rapih dalam bingkai alam sadarku, banyak hal yang tergambar, rasa-rasanya, dinamika kehidupan yang telah aku lewati dan pernak-pernik kisah yang telah aku jalani membuatku berpikir, “Sudah sampai fase mana aku berada?
Pikiranku terhenti pada fase ini, bayangan tentang seseorang menggelitik ruang terdalam hatiku, suatu ketidakpastian yang sulit terlihat pada awalnya, tapi dengannya membuat aku mampu berpikir dan melihat lebih jauh kedepan, sesuatu yang membuat aku percaya diri melangkah dan menunjukkan AKU sebenarnya, sesuatu yang aku jalani dengan ringan tanpa memaksa keadaan dan kondisi, sesuatu yang aku jalani dengan aman tanpa takut jika sesuatu terjadi diluar rencana, seperti air mengalir, mengikuti arah arusnya akan kemana hingga membawa kita tiba ke tujuan akhir.
Malam semakin kelam, bus kota masih membawaku menelusuri hiruk pikuknya ibu kota, aku masih sulit mendefinisikan apa sebenarnya yang terjadi denganku malam ini?
Atas nama Logika aku seharusnya sepi, tapi atas nama Perasaan aku tenang, aman, hormat dan percaya.
Selamat malam CINTA...
Selasa, 21 Oktober 2008
TEAM
PROSES TEAMWORK
Pembentukan - Forming
Tahap dimana semua anggota tim pertama kali berkumpul. Setiap anggota masih berperilaku sesuai norma umum yaitu sopan dan menahan diri
Badai – Storming
Tahap dimana setiap kepribadian yang berbeda saling bergesekan, komunikasi masih bergerak ke segala arah dan tiap anggota masih berusaha menemukan alasan atas apa yang dilakukan
Kesepakatan - Norming
Tahap dimana kesadaran akan pentingnya kerjasama dan setiap anggota mulai bersedia untuk saling mendengar dan menerima pendapat anggota lain secara terbuka. Peningkatan yang paling penting dalam tahap ini adalah dengan terbangunnya metode kerja yang disetujui oleh seluruh anggota tim
Prestasi - Performing
Tahap dimana tim telah berhasil membangun sistem tertentu yang memungkinkan pertukaran pendapat dan pemikiran dalam mencapai suatu kesepakatan bersama
Pembentukan - Forming
Tahap dimana semua anggota tim pertama kali berkumpul. Setiap anggota masih berperilaku sesuai norma umum yaitu sopan dan menahan diri
Badai – Storming
Tahap dimana setiap kepribadian yang berbeda saling bergesekan, komunikasi masih bergerak ke segala arah dan tiap anggota masih berusaha menemukan alasan atas apa yang dilakukan
Kesepakatan - Norming
Tahap dimana kesadaran akan pentingnya kerjasama dan setiap anggota mulai bersedia untuk saling mendengar dan menerima pendapat anggota lain secara terbuka. Peningkatan yang paling penting dalam tahap ini adalah dengan terbangunnya metode kerja yang disetujui oleh seluruh anggota tim
Prestasi - Performing
Tahap dimana tim telah berhasil membangun sistem tertentu yang memungkinkan pertukaran pendapat dan pemikiran dalam mencapai suatu kesepakatan bersama
Catatan Pribadi dari beberapa sumber
Inspiring by, my religion of my work "MM"
Minggu, 19 Oktober 2008
SEPI
Sepi,
Dalam canda tawaku, keceriaanku, dan keramaianKu engkau mengendus, mencari celah untuk bisa masuk menemaniku..
Dalam setiap langkahku engkau terus mengintaiku, mengusikku dan mengajakku bersamamu..
Dalam perjalananku pulang hanya engkau bersama dinding-dinding kamar kostKu yang selalu hadir, berharap, dan menanti kedatanganku..
Hanya engkau dan Selalu engkau..
Aku lelah bersamamu..
Aku bosan berteman denganmu..
Aku benci engkau terus hadir dalam kesendirianku..
Sepi,
Pergi dan tinggalkan aku disini..
aku ingin menikmati hidupku dengan jiwa yang tidak sendiri..
aku ingin seperti mereka lepas darimu, bebas tertawa, bahagia..
ataukah..
Sepi, biarlah kau tetap disini..
akan kunikmati bersamamu, jika denganmu membuatku bisa lebih tenang..
akan kunikmati bersamamu, jika denganmu kutemukan pelampiasan rinduku..
akan kunikmati bersamamu, jika denganmu bisa kucurahkan air mata bahagiaKu..
akan kunikmati bersamamu, jika denganmu kutemukan rahasia CINTA..
SEPI dan SENDIRI oh! aku lelah..
ditulis pada hari Minggu, dikala SEPI menguasaiKu..
ErnanyaUsmanrosNi
Dalam canda tawaku, keceriaanku, dan keramaianKu engkau mengendus, mencari celah untuk bisa masuk menemaniku..
Dalam setiap langkahku engkau terus mengintaiku, mengusikku dan mengajakku bersamamu..
Dalam perjalananku pulang hanya engkau bersama dinding-dinding kamar kostKu yang selalu hadir, berharap, dan menanti kedatanganku..
Hanya engkau dan Selalu engkau..
Aku lelah bersamamu..
Aku bosan berteman denganmu..
Aku benci engkau terus hadir dalam kesendirianku..
Sepi,
Pergi dan tinggalkan aku disini..
aku ingin menikmati hidupku dengan jiwa yang tidak sendiri..
aku ingin seperti mereka lepas darimu, bebas tertawa, bahagia..
ataukah..
Sepi, biarlah kau tetap disini..
akan kunikmati bersamamu, jika denganmu membuatku bisa lebih tenang..
akan kunikmati bersamamu, jika denganmu kutemukan pelampiasan rinduku..
akan kunikmati bersamamu, jika denganmu bisa kucurahkan air mata bahagiaKu..
akan kunikmati bersamamu, jika denganmu kutemukan rahasia CINTA..
SEPI dan SENDIRI oh! aku lelah..
ditulis pada hari Minggu, dikala SEPI menguasaiKu..
ErnanyaUsmanrosNi
Sabtu, 11 Oktober 2008
CITRA SEKRETARIS DAN PERANNYA TERHADAP PERUSAHAAN
Ketika mendengar profesi seorang Sekretaris yang terlintas dibenak kita adalah Perempuan, Energik dan Gaul.
Sekretaris lebih sering dijumpai seorang Perempuan mungkin dikarenakan fungsi dasar sekretaris itu sendiri tidak pernah lepas dari surat menyurat, mengatur jadwal, mengatur dan menyiapkan perjalanan atasan, entertaint tamu atasan bahkan sampai mengurusi keperluan dan kebutuhan keluarga atasan yang memang kemampuan tersebut lebih dimiliki oleh seorang perempuan dibanding laki-laki.
Sekretaris juga selalu identik dengan Energik mungkin dikarenakan tekanan dari pimpinan yang tidak sabar menunggu dalam mendelegasikan pekerjaan sehingga sekretaris terbentuk menjadi pribadi yang perfecsionist, gesit dan cenderung tidak sabaran.
Selain itu Sekretaris juga identik dengan Bergaul, berbicara tentang bergaul banyak alasan dari setiap orang kenapa ia harus bergaul, dari sekian alasan tersebut sebenarnya makna dari pergaulan itu sendiri adalah selain menambah pengetahuan dan wawasan yang terpenting adalah menambah mitra atau relasi yang nantinya akan memudahkan peranan sekretaris dalam memenuhi kebutuhan atasannya. Tapi apakah para sekretaris sudah menjalankan peranannya menjadi sekretaris professional mengingat fenomena selama ini masih ada image yang terbentuk dimasyarakat bahwa sekretaris masih dipandang sebelah mata.
Kita sering mendengar orang berkata “ Si Anu kelihatannya mesra banget ya dengan atasannya, kenapa ya istrinya pak anu sering banget menelpon si sekretaris jangan-jangan untuk memata-matai suaminya kali ya?, kok Pak Anu setiap kali dinas luar pasti mengajak sekretarisnya ya?.
Kata-kata ini sering kali kita dengar dalam pergaulan khususnya dalam lingkungan kantor, dari sudut pandang yang berbeda masyarakat tersebut menilai sekretaris itu identik dengan selingkuhan atasan, mata-mata istri atasan, gudang rahasia atasan dan lain sebagainya. Terlepas dari semua itu kembali lagi keindividu masing-masing bagaimana masing-masing sekretaris tersebut menjalankan peranannya secara proffesional.
Sangat dilematis memang seorang sekretaris dalam memerankan peranannya, hubungan mesra dan harmonis dengan atasan memang sangat penting dalam konteks profesionalisme karena sekretaris dalam hal ini adalah media penghubung antara atasan dan karyawan lain secara internal maupun dengan mitra kerja secara eksternal sehingga dibutuhkan komunikasi yang intens dengan atasan.
Bukan hanya hubungan mesra dengan atasan yang dibutuhkan tapi hubungan yang harmonis dengan istri atasan juga sangat penting karena sekretaris adalah pusat informasi dan yang membantu pelaksanaan tugas atasan, begitupun istri bukan tidak mungkin akan memberikan peranan sebagai pembuat keputusan dalam pelaksanaan tugas, sehingga kedua-duanya saling membutuhkan dalam menjalankan peranannya masing-masing, masih dalam konteks profesionalisme juga. Tapi kembali lagi bahwa setiap orang berhak untuk ber persepsi.
Menurut Maryudi dalam bukunya kemampuan, kecerdasan dan kecakapan bergaul mengatakan bahwa Persepsi adalah proses pencarian informasi oleh setiap orang terhadap lingkungannya agar dapat dipahami, sarananya adalah pengindraan (penglihatan, pendengaran, peraba, perasaan dan penciuman).
Jika melihat defenisi diatas setiap orang bisa saja memiliki persepsi yang berbeda berdasarkan pengindraannya dan juga masing-masing orang punya pilihan bagaimana ia memilih dan menciptakan persepsi atas dirinya terhadap lingkungannya.
Disinilah tuntutan profesionalisme sekretaris dibutuhkan bagaimana dia harus memilih “mau bersikap bagaimana” dalam menggunakan bahasa lisan dan bahasa tubuh untuk menghindari persepsi-persepsi negative dan menciptakan persepsi positif dibenak lingkungan terhadap dirinya dan profesinya, agar tidak menimbulkan perasaan-perasaan yang pada akhirnya perilaku berubah menjadi tidak layak dan merusak keadaan. tentu saja dengan satu konsep yaitu HOW TO BE A PROFESIONAL SECRETARY sehingga citra nya sebagai Sekretaris professional akan tetap tercermin
Kuncinya adalah bersikap sesuai norma yang bisa diterima masyarakat, menciptakan suasana kantor yang kondusif, bertindak sesuai dengan kemampuan, keahlian, inisiatif dan kreatifitas yang mereka miliki. Hingga pada akhirnya Sekretaris dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan perusahaan..
Jakarta 18 Maret 2008
01:25 Wib
ErnaUsman
Secretary
Jumat, 19 September 2008
Kejutan Ulang tahun dari Mama..
Nak, Detik ini umurmu persis di gerbang 30, tidak kah kau ingin berbagi hidup dengan seseorang..
Nak, mama sudah tua, kulitku mulai keriput, rambutku sudah beruban, tidak sabar hati ini ingin menimang cucu..
Nak, semua orang bertanya padaku kapan? Tidak kuat hati ini dengan prasangka mereka..
Nak, kuliah adikmu nyaris selesai, tidak ada beban berat lagi yang harus kamu pikul..
Nak, sungguh indah memiliki keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah, tidak kah kau tergugah menginginkannya?
Menikah lah Nak...
19-09-2008
00.00 dinihari
Nak, mama sudah tua, kulitku mulai keriput, rambutku sudah beruban, tidak sabar hati ini ingin menimang cucu..
Nak, semua orang bertanya padaku kapan? Tidak kuat hati ini dengan prasangka mereka..
Nak, kuliah adikmu nyaris selesai, tidak ada beban berat lagi yang harus kamu pikul..
Nak, sungguh indah memiliki keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah, tidak kah kau tergugah menginginkannya?
Menikah lah Nak...
19-09-2008
00.00 dinihari
Rabu, 10 September 2008
Arti Sukses bagiKU
SUKSES itu adalah KESEIMBANGAN..
SUKSES itu adalah ketika semua aspek dalam hidup saya, sudah bernilai, tidak harus full namun berimbang (Spiritual, Karir, Keluarga, Lingkungan)..
SUKSES itu adalah ketika Hubungan saya dengan sang Pencipta tetap istiqomah dan lingkungan juga apik mengikuti…
SUKSES itu adalah ketika saya mampu tetap berkarir, tanpa harus melupakan eksistensi saya sebagai perempuan alias ibu rumah tangga..
SUKSES itu adalah ketika saya bahagia dan semua orang disekitar saya turut merasakan bahagia..
Seseorang yang telah menyumbangkan maha karya yang luar biasa bagi bangsa tapi rumah tangganya berantakan, buat saya bukan SUKSES namanya.
Seorang public figure yang dipuja-puja orang tapi harus dipenjara karena narkoba juga bukan SUKSES namanya..
Walaupun aspek hidup saya ber KELUARGA belum terpenuhi tapi dengan MIMPI dan KEYAKINAN tidak ada yang tidak mungkin. Amiiin..
Mari ber MIMPI dan Salam SUKSES
SUKSES itu adalah ketika semua aspek dalam hidup saya, sudah bernilai, tidak harus full namun berimbang (Spiritual, Karir, Keluarga, Lingkungan)..
SUKSES itu adalah ketika Hubungan saya dengan sang Pencipta tetap istiqomah dan lingkungan juga apik mengikuti…
SUKSES itu adalah ketika saya mampu tetap berkarir, tanpa harus melupakan eksistensi saya sebagai perempuan alias ibu rumah tangga..
SUKSES itu adalah ketika saya bahagia dan semua orang disekitar saya turut merasakan bahagia..
Seseorang yang telah menyumbangkan maha karya yang luar biasa bagi bangsa tapi rumah tangganya berantakan, buat saya bukan SUKSES namanya.
Seorang public figure yang dipuja-puja orang tapi harus dipenjara karena narkoba juga bukan SUKSES namanya..
Walaupun aspek hidup saya ber KELUARGA belum terpenuhi tapi dengan MIMPI dan KEYAKINAN tidak ada yang tidak mungkin. Amiiin..
Mari ber MIMPI dan Salam SUKSES
Jumat, 01 Agustus 2008
Ketika Mimpi Membawaku ke Jakarta
September 2007
Hari-hari aku lalui dengan penuh kegelisahan, penuh ketakutan, penuh pengharapan. berharap sosok yang aku cintai akan meminangku segera untuk bisa melepaskan aku dari ketakutan hari esok, gelisah karena sebentar lagi aku tidak bekerja lagi diperusahaan yang aku cintai ini. Satu bulan lagi periode kontrak kerjaku akan berakhir dan butuh proses dulu untuk bisa jadi permanent employee, keputusan yang bisa aku ambil saat ini adalah memilih melanjutkan kuliahku di program Magister rasanya tabunganku selama tiga tahun bekerja diperusahaanku sekarang sudah cukup untuk membiayai kuliahku. Bersyukur sekali bekerja diperusahaan ini selain bisa membantu meringankan beban orang tua aku juga masih bisa menabung.
Oh my God! Aku benar-benar butuh seseorang saat ini yang bisa menjadi sandaran bagiku. Semakin hari ketakutan itu semakin dalam merasuk jiwaku. Takut dunia akan berkata apa kalo nantinya aku tidak bekerja lagi, bukankah selama ini aku adalah icon positif dalam lingkunganku utamanya keluarga, gak terbayang apa reaksi mama kalo anaknya yang selama ini dibangga-banggakan tiba-tiba harus berdiam dirumah tanpa kegiatan apa-apa?
Hari ini adalah hari terakhirku bekerja di perusahaan yang selalu kupuja-puja dan aku banggakan, berat kaki ini melangkah pergi meninggalkan perusahaan yang telah memberikan banyak hal yang berharga bagiku, materi, pengalaman, cinta dan kebersamaanku dengan teman-teman yang sangat aku cintai sulit aku tinggalkan begitu saja. Hari yang mendebar-debarkan, hari yang membuat hidupku selama ini dihantui kecemasan datang juga.
Aku benar-benar merasa sendiri, aku merasa tak seorang pun yang berempati terhadapku, Aku benar-benar TERPURUK!
November 2007
Sudah sebulan lamanya aku menjalani hari-hariku tanpa bekerja, sesekali teman-temanku Pak Mumin, Ceceng Menelponku, berbagi cerita dan menghibur hati ini dengan leluconnya, tak kalah sahabatku Darma, Ira dan Yulia sesekali mengajakku jalan dan memberikan semangat agar aku selalu optimist menjalani hariku, tersirat dari nadanya mereka prihatin dan kasihan terhadapku. Satu hal “Bersyukur aku masih punya mereka.
Dan saat ini dalam kesendirianku seorang sosok hadir mengisi hariku, Andi yang dikenalkan Adikku lewat ponakannya datang menjelma seperti malaikat, tiba-tiba hadir saat jiwaku sedang rapuh dan butuh pegangan hidup.
Ka’. Andi ini om nya temenku, dia Consultant sukses di Jakarta, sekarang ini dia gak cari pacar tapi niatnya jika ketemu orang yang cocok pengen Ta’aruf ajah dan langsung menikah, menurut temenku sih om nya ini sangat baik, selain sudah mapan dia juga sholeh dan perhatian kekeluarga, kata Adikku memperkenalkan saat itu.
Sesaat aku tertegun, kenapa tidak aku coba saja menjalaninya? Bisik batinku,
Mungkin saja ini Malaikat yang kirimkan Tuhan kepadaku! Harapku waktu itu.
Dugaanku tidak keliru ternyata, Andi benar-benar datang dengan menawarkan segudang janji manis, tentang harapannya memiliki aku, tentang konsep hidup yang diinginkan, tentang cinta dan mimpinya. Oh Tuhan! bukankah ini yang kuinginkan dari dulu? Tapi ada sesuatu yang aneh dalam diriku entah kenapa hati ini berkata lain, tapi disisi lain aku juga butuh seseorang yang bisa menarik aku dari kerapuhanku, akhirnya kupaksakan diri untuk bisa menerimanya, dibenak aku Cuma satu “demi masa depanku.
Seperti biasa menjelang tidur Andi menelponku dan bercerita panjang tentang dirinya, tentang kerjaannya, tentang tempat tinggalnya di sebuah Aprtemen mewah dibilangan kota Jakarta, Tentang mobil mewahnya dan tentang hari-harinya di Jakarta yang dipenuhi kebisingan, macet dan hiruk pikuk kota metropolitan, aku mendengarkan dan hanya bisa membayangkan maklum hubungan kita dijalani dengan jarak jauh. dari ceritanya terkadang sangat menggelitik hati ada kesan pamer yang selalu ditonjolkan membuat aku semakin sulit untuk menerimanya. tapi ada sisi lain juga yang membuatku salut dan bertahan ingin mencoba yaitu kepeduliannya terhadap keluarga utamanya ibunya, “no body perfect” bisik hatiku.
Sudah tiga minggu kita berhubungan lewat telpon, akhirnya Andi memutuskan terbang dari Jakarta untuk membuktikan keseriusannya,
“Aku berniat untuk serius dengan anak ibu’ Insya Allah selepas dari Haji saya akan menikahi dia pintanya ke Orang tuaku.
Semua keputusan ada ditangan dia, dia sudah dewasa, apa yang menurut dia baik adalah baik juga buat kita, kami sebagai orang tua hanya bisa berdo’untuk kebaikannya. Jawab orang tuaku dengan penuh bijaksana..
Aku berpikir mungkin ini jalan Tuhan yang direncanakan kepadaku. Tapi sekali lagi hati ini kok masih belum klik juga? Aku meyakinkan diriku sendiri mungkin karena masih baru, setidaknya saat ini aku sudah punya sandaran.
Januari 2008
Hari ini sudah memasuki bulan ketiga menjalani hari dengan status pengangguran. Hmm.... Sebuah status yang pastinya akan ditakuti oleh semua orang. Tiba-tiba aku berpikir kenapa aku tidak melanjutkan kuliah ajah di Jakarta? Disana kwalitas pendidikan pastinya jauh lebih bagus, lagipula di Jakarta peluang kerja juga pasti lebih terbuka lebar jadi niatku untuk kuliah sambil bekerja bisa terlaksana tentunya. Dan tak kalah pentingnya disana kan ada Andi, paling tidak aku juga bisa tau banyak tentang dia. Kuputuskan untuk menelponnya, dan menyampaikan maksud dan rencanaku.
Sorry say’ kayaknya sekarang ini aku masih belum siap kamu kunjungin, kerjaanku banyak banget, minggu depan aku harus road show ke daerah Sumatera, gimana kalo 2 bulan lagi? Andi menolak rencanaku, dan lagi lagi aku dalam kebimbangan.
Kuputuskan untuk tetap nekad, aku beranikan diri ke Jakarta dengan modal mimpi dan keyakinan, Masa Depan cerah menanti aku di Jakarta” pekik batinku.
Hari ini aku ke Jakarta di temani oleh Ibuku, sayang sekali Andi tidak menjemput kami karna harus perjalanan dinas ke Palu selama dua hari, kita memutuskan untuk langsung kerumah nenek dan menceritakan perihal maksud kedatangan kami ke Jakarta, nenek sangat mendukung dan menawarkan ke saya untuk sementara tinggal di tempatnya dulu.
Udara sangat panas, hiruk pikuk suara lalu lintas terdengar hingga ke Flat nenekku membuatku tidak nyaman untuk berada dirumah, nenekku tinggal di sebuah flat dibilangan daerah Thamrin persis berada ditengah - tengah kota Jakarta, dari dulu dia hidup sendiri, suaminya sudah meninggal dunia dan tidak memiliki anak, walaupun rumahnya sangat kecil tapi enaknya dekat kemana-mana untuk ukuran kota besar seperti Jakarta. Udara panas membuat tenggorokanku rasanya kering, siang-siang begini sepertinya enak makan es campur. Iya benar es campur sangat menggugah selera saat ini!
Sambil menunggu es campurku dianterin si Abang langganan nenek, aku duduk diberanda depan memperhatikan seorang nenek yang asyik bermain bersama cucunya, terlihat sungguh bahagia menghabiskan masa tuanya dengan cucu-cucu nya, dibelakang nenek itu persis didepan tangga menuju lantai tiga seorang ibu sedang bercengkrama dengan laki-laki tua yang ternyata Ketua RT setempat usia ibu itu kira kira 35 tahun, kata nenek, Ibu itu warga baru di flat ini, dia tinggalnya sendiri, suaminya seorang pelaut jadi hampir gak pernah ada dirumah, yang membuatku penasaran ibu itu sangat mirip dengan Ayu temanku yang tinggal di Jakarta juga, tiba-tiba aku teringat dia, sudah lama sekali kita putus komunikasi , segera kuambil hape ku mengabari kedia kalo aku sedang di Jakarta, Ayu sangat senang mendengarnya dan minta untuk bertemu.
Jam 3.30 sore kita ketemu di sarinah janji Ayu padaku, saat bertemu kuceritakan keinginanku untuk kuliah dan juga mencari pekerjaan, Ayu bersedia membantuku mencari pekerjaan lewat Job Hunter. dulu kita sama-sama bekerja di perusahaan yang sama dan juga posisi yang sama sebagai sekretaris, hanya saja aku di Area Papua, Sulawesi dan Kalimantan sedangkan dia di Kantor Pusat Jakarta, tapi dia lebih beruntung tidak membutuhkan proses yang lama hingga bisa diangkat jadi permanent employee dan penempatan tetap di Jakarta. Kutepis semua perasaan-perasaan yang mengganggu pikiranku, semua kejadian pasti sarat hikmah, tidak ada yang bisa merubah keadaanku selain diriku sendiri.
Sepulang bertemu Ayu, sebuah harapan mulai muncul dalam sanubariku, aku harus dapat! Setelah itu kulanjutkan perjalananku ke Salemba kampus Universita Indonesia, sebuah perguruan tinggi yang paling bergengsi di Indonesia. Memasuki halaman UI tiba-tiba semangatku langsung berkobar, tekadku untuk tinggal di Jakarta semakin tinggi, mimpiku untuk kuliah dan bekerja semakin jelas menguasai pikiranku. Betapa bangga orang tuaku jika predikat Master Magister nanti telah aku sandang.Setelah mendapatkan informasi dari receptionist cara pendaftaran bagi calon siswa baru program S2 aku beranjak pergi.
Tanpa menunda waktu aku langsung ke warnet untuk registrasi online program pasca sarjana ke website UI dan mengirimkan CV ku ke beberapa Job Hunter yang telah di rekomendasikan oleh Ayu padaku.. Aku mengirimkan cv ke empat alamat sekaligus. Setelah semuanya beres aku pulang dengan harapan dan mimpi yang terus meluap.
Keesokannya adalah hari yang aku nanti-nantikan bersama ibuku, hari ini Andi janji akan mendatangi kami ke tempat nenek di kawasan Rumah Susun Kebon Kacang Jakarta, harapan aku Andi pasti akan menawarkan kami untuk jalan dan bersilaturahmi ke Apartemennya.
Ternyata benar, hari itu dia benar-benar datang dan mengajak kami jalan mutar-mutar kota Jakarta dengan taksi, sayang sekali mobilnya masih dibengkel kata dia dan sayang sekali kita juga tidak sempat ke Apartemenyya karena sudah larut malam dan juga Andi masih letih dari perjalanan dinas.
Sudah lima hari kami di Jakarta, dan selama itu Andi tiap hari mengunjungi kami dengan motor, sayang sekali spare part mobil BMW nya banyak yang diganti jadi butuh waktu lama untuk selesai kata dia lagi. Ibuku mulai gelisah kok Andi belum juga melontarkan tawaran untuk mengajak kita ke Apartemennya yang sering disebut-sebut itu.
Karena tekanan Ibuku akhirnya aku mulai perpikir untuk bersikap tegas ke Andi,
Jam 04.30 Suara adzan subuh berkumandang memekik lelapnya tidurku, aku terbangun dan kebelakang mengambil wudhu untuk sholat subuh, selepas sholat jam 05.15 aku mencoba menelpon Andi, kali ini tidak di Hand phone nya tapi di Apartemennya, ku pencet nomor telephone apartemennya terdengar Andi menjawab dari sana dengan suara yang berat. Kenapa na’? tanya dia.
Andi aku pikir ga perlu nunggu dua hari lagi ketempatmu, aku mau pagi ini saja!
Alamatnya sms ke aku aja biar aku dan ibu yang langsung kesana.
Tapi sekarang ini aku lagi tidak di Apartemen na’? aku lagi di kemayoran di kosan ponakanku. Jawab dia lagi
Aku spontan terhenyak, jantungku berdegup kencang, nafasku bergemuruh mengalahkan ombak, aku kaget luar biasa! tapi kucoba untuk tetap tenang.
Bagaimana tidak? Baru saja aku memencet nomor telephone yang selama ini diakuinya Nomor telephone Apartement.
"Ini nomor telephone Apartemenku say!. Kalo Hape ku gak aktif telpon nya ke sini aja ya sayang? Aku Membayangkan ucapan dia waktu itu.
Aku istighfar dalam hati dan berusaha untuk tetap tenang, hati – hati aku bertanya kedia,
Kok tiba-tiba kamu ada ditempat ponakan?
Apartementku lagi dihuni kakak iparku yang dari Papua, aku gak enak say’ kalo tidur disana soalnya dia dengan rombongan teman-temannya 5 orang dari Monokwari.
Tapi nomor yang aku telepone kamu ini adalah nomor Apartemenmu yang selama ini kamu akui Andi? Kamu mau menipu aku ya? teriakku keras sambil menangis, membangunkan ibu dan nenekku dari tidur lelapnya.
Tanganku gemetar memegang Handphoneku, rasanya saat itu juga aku ingin mencekik dia.
Andi baru sadar dengan apa yang telah terjadi, dia lupa kalo nomor yang aku hubungi itu adalah nomor tempat tinggalnya, dia lupa kalo dulu dia pernah bohong memberikan nomor telpon tempat tinggalnya yang diakuinya Apartement. Dengan gagap dia meminta maaf dan menjelaskan.
“ Aku minta maaf, aku benar-benar mencintai kamu, aku ingin kamu jadi milikku, aku pikir aku bisa mengatasai semua ini tapi ternyata diluar dugaanku!
Aku gak tinggal di Aprtement ’ aku tinggal di rumah susun Kemayoran, aku juga tidak punya mobil say’ tapi aku janji kalo kamu masih mau memberi aku kesempatan dua bulan lagi aku akan beli.
Cukup! Brengsek! Aku muak mendengarkan kamu Andi! Ujarku terbata-bata, aku gak pernah nuntut kamu harus punya apa selama ini, aku tidak pernah berniat mencari pasangan hidup yang harus memiliki segalanya! kamu sendiri yang memperkenalkan jati diri kamu dengan sejuta atribut kemewahan yang kamu miliki, ternyata kamu ngomong sambil berkhayal selama ini! Gak tau malu!
Aku yakin bukan ini saja kebohongan kamu pasti masih ada yang lain yang belum terungkap!
Ternyata benar, kebohongan Andi tidak hanya sampai disitu, lebih kejam lagi ternyata dia pernah menikah dan memiliki 2 anak.
Pilu yang aku rasakan saat itu benar-benar menghujam hatiku, Ya Tuhan ujian apa lagi ini yang kau berikan? Rintihku dalam hati.............
Hape aku matikan, Aku tidak kuat lagi mendengarkan omong kosongnya. Aku benar-benar hancur, aku benar-benar malu.
Nenekku berusaha menenangkan aku.
Pagi Jam 10 aku menelpon sahabatku Darma, kuceritakan semua yang telah terjadi sambil menangis, dia memberikan solusi untuk pulang ke Makassar dulu, akau tidak berpikir panjang kuiyakan saja saran dia.
Tiketnya biar aku kirim dan bayar dari sini’ dia menawarkan dengan tulus..
Nanti kamu tinggal ambil di Airport. Sekarang ini tenangkan diri kamu dulu.
Begitupun dengan Yulia saat aku kabari dengan apa yang telah terjadi dia hanya memberikan aku semangat.
” Sayang kamu cantik, kamu pinter, kamu baik. percayalah masih banyak laki-laki yang jauh lebih baik darinya. Ada banyak potensi yang ada dalam diri kamu.. tinggal tunggu waktu untuk akan membuktikan.
Aku mulai tenang, kukemas barang-barangku, Darma mengabariku jam 18.00 pesawatku boarding.
sepuluh menit kemudian Hapeku berdering, dari kode area Jakarta, kuurungkan niatku untuk menjawabnya, dugaanku ini pasti Andi. Semenit kemudian berdering lagi aku jadi teringat dengan lamaran yang sudah aku kirim 1 minggu yang lalu, akhirnya aku ber positif thinking dan menjawabnya.
Allah benar-benar tidak akan memberikan beban kepada hambanya diluar kemampuannya” diluar harapanku lamaran yang aku kirim melalui email kemarin direspon oleh salah satu Job Hunter dan meminta agar aku datang ke kantornya test interview siang ini juga, sebuah perusahaan holding company membutuhkan tenaga ahli ”Personal Communication”. Aku tidak berpikir panjang, dengan penampilan seadanya aku menuju kantor tersebut dan Alhamdulillah proses interview berjalan lancar.
Dalam perjalanan pulang menuju bandar udara cengkareng perasaanku bercampur jadi satu, aku seolah-olah melupakan semua yang telah terjadi tentang Andi, yang aku bayangkan adalah aku pasti lulus dalam interview tadi, belum lama berpikir begitu Hapeku berdering lagi,
Oh my God dari perusahaan yang tadi, kuangkat dengan hati-hati.
” Siang Ibu, berdasarkan hasil test tadi Ibu dinyatakan lulus. Dua minggu kedepan Ibu diminta untuk datang langsung ke perusahaan yang membutuhkan posisi ini untuk interview. Secercah harapan menentramkan jiwaku. Air mataku menetes terharu, keyakinaku semakin kuat ”Welcome to Jakarta!
Oh iya aku lupa menanyakan nama perusahaan yang dimaksud apa, aku coba redial nomor tadi tapi disconnected, sit! Pulsaku habis, gumamku lirih
Seperti dalam skenario cerita, hapeku tiba-tiba berbunyi, ada sms masuk dari M-Kios nomorku baru saja diisi pulsa senilai 100 ribu, ya Allah malaikat siapa lagi yang menghampiriku, sedetik kemuadian Pak Mumin sahabatku yang satu tim denganku saat bekerja mengirmkan sms
” Baru saja aku kirim pulsa ke hapemu semoga bermanfaat” Ya Allah, tau dari mana pulsaku habis? Lagi-lagi aku semakin sadar, disekelilingku masih banyak orang –orang yang mencintai aku dan terkesima dengan kebesaran Allah Swt. Sungguh dia Maha mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Perjalanan pulang, Kupandangi kegelapan malam dari balik jendela pesawat, rasanya baru saja aku memainkan sebuah lakon hidup yang sangat melelahkan, aku teringat dengan semua kejadian yang telah aku lewati. Batinku berkata,
”selamat tinggal kegalauan, selamat tinggal ketakutan. Teringat aku dengan sebuah hadits yang berbunyi ”Allah berkata Aku selalu berada dalam prasangka ummatku”
Kita, adalah apa yang kita pikirkan” begitulah bunyi sebuah teori motivasi, selama ini aku terlalu lama bermimpi buruk, aku terlalu takut dengan hari esok dan Tuhan benar-benar tunjukkan ketakutanku. Subhanllah..
Akhir Januari 2008
Hari ini aku mulai mengisi hariku dengan penuh optimis, aku selalu berusaha memenuhi pikiranku dengan hal-hal positif, satu minggu kemudia aku ke Jakarta lagi, kali ini bukan untuk Andi tapi untuk menjemput impianku, bekerja disebuah perusahaan yang ternama. Akhirnya impianku benar-benar datang, aku resmi diterima disebuah perusahaan yang memiliki puluhan anak perusahaan besar. Aku berhasil mendapatkannya, aku berhasil menaklukkan Jakarta ucapku bangga!
Aku bersyukur Tuhan memberiku ujian seperti ini, dengan begini aku bisa melewati metamorfosis hidup, hingga esok akan mengantarkanku pada sosok yang kuat, indah dan mempesona bak seekor kupu-kupu yang melewati fase hidupnya yang panjang berliku, dari ulat menjadi kepompong hingga bermetamorfosis berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan disenangi semua orang.
Ku kabari sahabat-sahabatku yang telah mendukung aku selama ini, tak lupa ku kabari ke kedua orang tuaku yang telah mendoakan aku dengan keikhlasan hatinya, Sungguh Allah Maha besar..
Kukubur dalam-dalam semua kenanganku tentang Andi, Kemarin hanyalah sejarah, Hari esok masih mistery, dan hari ini adalah Karunia.. lakukanlah hal yang terbaik hari ini tanpa mengingat masa lalu dan takut akan hari esok, solah-olah engkau baru dilahirkan hari ini dan tidak akan melihat hari esok lagi. Hari ini adalah Karunia kenapa tidak aku nikmati karunia yang telah diberikan sang Khalik padaku?
Buat seluruh sahabta-sahabat ku dipenjuru dunia..
kalau kita ingin jadi kupu-kupu yang cantik, sanggupkah kita menjalani metamorfosis kehidupan?? Untuk menjadi kupu-kupu yang cantik penuh pesona, sanggupkah kita menjalani ketertatihan sebagai ulat yang buruk rupa kemudian jadi kepompong? Di saat tak ada yang menghargai, mendukung atau menolong kita, tapi kita harus tetap melangkah dan terus melangkah karena kita yakin tujuan akhir perjalanan ini.
mari kita berubah menjadi diri yang baru, diri yang penuh pesona keindahan.
Stu lagi, sahabat sejati adalah ketika kita senang dan bahagi dia hanya diam dan tersenyum menyaksikan kebahagiaan kita, tapi ketika kita susah dia akan datang menghampiri dan berkata ” Just be relax friend I’m here with you”.Selamat menemukan sahabat sejati"
Jakarta
Juli 2008 Pukul 23.10 Wib
Hari-hari aku lalui dengan penuh kegelisahan, penuh ketakutan, penuh pengharapan. berharap sosok yang aku cintai akan meminangku segera untuk bisa melepaskan aku dari ketakutan hari esok, gelisah karena sebentar lagi aku tidak bekerja lagi diperusahaan yang aku cintai ini. Satu bulan lagi periode kontrak kerjaku akan berakhir dan butuh proses dulu untuk bisa jadi permanent employee, keputusan yang bisa aku ambil saat ini adalah memilih melanjutkan kuliahku di program Magister rasanya tabunganku selama tiga tahun bekerja diperusahaanku sekarang sudah cukup untuk membiayai kuliahku. Bersyukur sekali bekerja diperusahaan ini selain bisa membantu meringankan beban orang tua aku juga masih bisa menabung.
Oh my God! Aku benar-benar butuh seseorang saat ini yang bisa menjadi sandaran bagiku. Semakin hari ketakutan itu semakin dalam merasuk jiwaku. Takut dunia akan berkata apa kalo nantinya aku tidak bekerja lagi, bukankah selama ini aku adalah icon positif dalam lingkunganku utamanya keluarga, gak terbayang apa reaksi mama kalo anaknya yang selama ini dibangga-banggakan tiba-tiba harus berdiam dirumah tanpa kegiatan apa-apa?
Hari ini adalah hari terakhirku bekerja di perusahaan yang selalu kupuja-puja dan aku banggakan, berat kaki ini melangkah pergi meninggalkan perusahaan yang telah memberikan banyak hal yang berharga bagiku, materi, pengalaman, cinta dan kebersamaanku dengan teman-teman yang sangat aku cintai sulit aku tinggalkan begitu saja. Hari yang mendebar-debarkan, hari yang membuat hidupku selama ini dihantui kecemasan datang juga.
Aku benar-benar merasa sendiri, aku merasa tak seorang pun yang berempati terhadapku, Aku benar-benar TERPURUK!
November 2007
Sudah sebulan lamanya aku menjalani hari-hariku tanpa bekerja, sesekali teman-temanku Pak Mumin, Ceceng Menelponku, berbagi cerita dan menghibur hati ini dengan leluconnya, tak kalah sahabatku Darma, Ira dan Yulia sesekali mengajakku jalan dan memberikan semangat agar aku selalu optimist menjalani hariku, tersirat dari nadanya mereka prihatin dan kasihan terhadapku. Satu hal “Bersyukur aku masih punya mereka.
Dan saat ini dalam kesendirianku seorang sosok hadir mengisi hariku, Andi yang dikenalkan Adikku lewat ponakannya datang menjelma seperti malaikat, tiba-tiba hadir saat jiwaku sedang rapuh dan butuh pegangan hidup.
Ka’. Andi ini om nya temenku, dia Consultant sukses di Jakarta, sekarang ini dia gak cari pacar tapi niatnya jika ketemu orang yang cocok pengen Ta’aruf ajah dan langsung menikah, menurut temenku sih om nya ini sangat baik, selain sudah mapan dia juga sholeh dan perhatian kekeluarga, kata Adikku memperkenalkan saat itu.
Sesaat aku tertegun, kenapa tidak aku coba saja menjalaninya? Bisik batinku,
Mungkin saja ini Malaikat yang kirimkan Tuhan kepadaku! Harapku waktu itu.
Dugaanku tidak keliru ternyata, Andi benar-benar datang dengan menawarkan segudang janji manis, tentang harapannya memiliki aku, tentang konsep hidup yang diinginkan, tentang cinta dan mimpinya. Oh Tuhan! bukankah ini yang kuinginkan dari dulu? Tapi ada sesuatu yang aneh dalam diriku entah kenapa hati ini berkata lain, tapi disisi lain aku juga butuh seseorang yang bisa menarik aku dari kerapuhanku, akhirnya kupaksakan diri untuk bisa menerimanya, dibenak aku Cuma satu “demi masa depanku.
Seperti biasa menjelang tidur Andi menelponku dan bercerita panjang tentang dirinya, tentang kerjaannya, tentang tempat tinggalnya di sebuah Aprtemen mewah dibilangan kota Jakarta, Tentang mobil mewahnya dan tentang hari-harinya di Jakarta yang dipenuhi kebisingan, macet dan hiruk pikuk kota metropolitan, aku mendengarkan dan hanya bisa membayangkan maklum hubungan kita dijalani dengan jarak jauh. dari ceritanya terkadang sangat menggelitik hati ada kesan pamer yang selalu ditonjolkan membuat aku semakin sulit untuk menerimanya. tapi ada sisi lain juga yang membuatku salut dan bertahan ingin mencoba yaitu kepeduliannya terhadap keluarga utamanya ibunya, “no body perfect” bisik hatiku.
Sudah tiga minggu kita berhubungan lewat telpon, akhirnya Andi memutuskan terbang dari Jakarta untuk membuktikan keseriusannya,
“Aku berniat untuk serius dengan anak ibu’ Insya Allah selepas dari Haji saya akan menikahi dia pintanya ke Orang tuaku.
Semua keputusan ada ditangan dia, dia sudah dewasa, apa yang menurut dia baik adalah baik juga buat kita, kami sebagai orang tua hanya bisa berdo’untuk kebaikannya. Jawab orang tuaku dengan penuh bijaksana..
Aku berpikir mungkin ini jalan Tuhan yang direncanakan kepadaku. Tapi sekali lagi hati ini kok masih belum klik juga? Aku meyakinkan diriku sendiri mungkin karena masih baru, setidaknya saat ini aku sudah punya sandaran.
Januari 2008
Hari ini sudah memasuki bulan ketiga menjalani hari dengan status pengangguran. Hmm.... Sebuah status yang pastinya akan ditakuti oleh semua orang. Tiba-tiba aku berpikir kenapa aku tidak melanjutkan kuliah ajah di Jakarta? Disana kwalitas pendidikan pastinya jauh lebih bagus, lagipula di Jakarta peluang kerja juga pasti lebih terbuka lebar jadi niatku untuk kuliah sambil bekerja bisa terlaksana tentunya. Dan tak kalah pentingnya disana kan ada Andi, paling tidak aku juga bisa tau banyak tentang dia. Kuputuskan untuk menelponnya, dan menyampaikan maksud dan rencanaku.
Sorry say’ kayaknya sekarang ini aku masih belum siap kamu kunjungin, kerjaanku banyak banget, minggu depan aku harus road show ke daerah Sumatera, gimana kalo 2 bulan lagi? Andi menolak rencanaku, dan lagi lagi aku dalam kebimbangan.
Kuputuskan untuk tetap nekad, aku beranikan diri ke Jakarta dengan modal mimpi dan keyakinan, Masa Depan cerah menanti aku di Jakarta” pekik batinku.
Hari ini aku ke Jakarta di temani oleh Ibuku, sayang sekali Andi tidak menjemput kami karna harus perjalanan dinas ke Palu selama dua hari, kita memutuskan untuk langsung kerumah nenek dan menceritakan perihal maksud kedatangan kami ke Jakarta, nenek sangat mendukung dan menawarkan ke saya untuk sementara tinggal di tempatnya dulu.
Udara sangat panas, hiruk pikuk suara lalu lintas terdengar hingga ke Flat nenekku membuatku tidak nyaman untuk berada dirumah, nenekku tinggal di sebuah flat dibilangan daerah Thamrin persis berada ditengah - tengah kota Jakarta, dari dulu dia hidup sendiri, suaminya sudah meninggal dunia dan tidak memiliki anak, walaupun rumahnya sangat kecil tapi enaknya dekat kemana-mana untuk ukuran kota besar seperti Jakarta. Udara panas membuat tenggorokanku rasanya kering, siang-siang begini sepertinya enak makan es campur. Iya benar es campur sangat menggugah selera saat ini!
Sambil menunggu es campurku dianterin si Abang langganan nenek, aku duduk diberanda depan memperhatikan seorang nenek yang asyik bermain bersama cucunya, terlihat sungguh bahagia menghabiskan masa tuanya dengan cucu-cucu nya, dibelakang nenek itu persis didepan tangga menuju lantai tiga seorang ibu sedang bercengkrama dengan laki-laki tua yang ternyata Ketua RT setempat usia ibu itu kira kira 35 tahun, kata nenek, Ibu itu warga baru di flat ini, dia tinggalnya sendiri, suaminya seorang pelaut jadi hampir gak pernah ada dirumah, yang membuatku penasaran ibu itu sangat mirip dengan Ayu temanku yang tinggal di Jakarta juga, tiba-tiba aku teringat dia, sudah lama sekali kita putus komunikasi , segera kuambil hape ku mengabari kedia kalo aku sedang di Jakarta, Ayu sangat senang mendengarnya dan minta untuk bertemu.
Jam 3.30 sore kita ketemu di sarinah janji Ayu padaku, saat bertemu kuceritakan keinginanku untuk kuliah dan juga mencari pekerjaan, Ayu bersedia membantuku mencari pekerjaan lewat Job Hunter. dulu kita sama-sama bekerja di perusahaan yang sama dan juga posisi yang sama sebagai sekretaris, hanya saja aku di Area Papua, Sulawesi dan Kalimantan sedangkan dia di Kantor Pusat Jakarta, tapi dia lebih beruntung tidak membutuhkan proses yang lama hingga bisa diangkat jadi permanent employee dan penempatan tetap di Jakarta. Kutepis semua perasaan-perasaan yang mengganggu pikiranku, semua kejadian pasti sarat hikmah, tidak ada yang bisa merubah keadaanku selain diriku sendiri.
Sepulang bertemu Ayu, sebuah harapan mulai muncul dalam sanubariku, aku harus dapat! Setelah itu kulanjutkan perjalananku ke Salemba kampus Universita Indonesia, sebuah perguruan tinggi yang paling bergengsi di Indonesia. Memasuki halaman UI tiba-tiba semangatku langsung berkobar, tekadku untuk tinggal di Jakarta semakin tinggi, mimpiku untuk kuliah dan bekerja semakin jelas menguasai pikiranku. Betapa bangga orang tuaku jika predikat Master Magister nanti telah aku sandang.Setelah mendapatkan informasi dari receptionist cara pendaftaran bagi calon siswa baru program S2 aku beranjak pergi.
Tanpa menunda waktu aku langsung ke warnet untuk registrasi online program pasca sarjana ke website UI dan mengirimkan CV ku ke beberapa Job Hunter yang telah di rekomendasikan oleh Ayu padaku.. Aku mengirimkan cv ke empat alamat sekaligus. Setelah semuanya beres aku pulang dengan harapan dan mimpi yang terus meluap.
Keesokannya adalah hari yang aku nanti-nantikan bersama ibuku, hari ini Andi janji akan mendatangi kami ke tempat nenek di kawasan Rumah Susun Kebon Kacang Jakarta, harapan aku Andi pasti akan menawarkan kami untuk jalan dan bersilaturahmi ke Apartemennya.
Ternyata benar, hari itu dia benar-benar datang dan mengajak kami jalan mutar-mutar kota Jakarta dengan taksi, sayang sekali mobilnya masih dibengkel kata dia dan sayang sekali kita juga tidak sempat ke Apartemenyya karena sudah larut malam dan juga Andi masih letih dari perjalanan dinas.
Sudah lima hari kami di Jakarta, dan selama itu Andi tiap hari mengunjungi kami dengan motor, sayang sekali spare part mobil BMW nya banyak yang diganti jadi butuh waktu lama untuk selesai kata dia lagi. Ibuku mulai gelisah kok Andi belum juga melontarkan tawaran untuk mengajak kita ke Apartemennya yang sering disebut-sebut itu.
Karena tekanan Ibuku akhirnya aku mulai perpikir untuk bersikap tegas ke Andi,
Jam 04.30 Suara adzan subuh berkumandang memekik lelapnya tidurku, aku terbangun dan kebelakang mengambil wudhu untuk sholat subuh, selepas sholat jam 05.15 aku mencoba menelpon Andi, kali ini tidak di Hand phone nya tapi di Apartemennya, ku pencet nomor telephone apartemennya terdengar Andi menjawab dari sana dengan suara yang berat. Kenapa na’? tanya dia.
Andi aku pikir ga perlu nunggu dua hari lagi ketempatmu, aku mau pagi ini saja!
Alamatnya sms ke aku aja biar aku dan ibu yang langsung kesana.
Tapi sekarang ini aku lagi tidak di Apartemen na’? aku lagi di kemayoran di kosan ponakanku. Jawab dia lagi
Aku spontan terhenyak, jantungku berdegup kencang, nafasku bergemuruh mengalahkan ombak, aku kaget luar biasa! tapi kucoba untuk tetap tenang.
Bagaimana tidak? Baru saja aku memencet nomor telephone yang selama ini diakuinya Nomor telephone Apartement.
"Ini nomor telephone Apartemenku say!. Kalo Hape ku gak aktif telpon nya ke sini aja ya sayang? Aku Membayangkan ucapan dia waktu itu.
Aku istighfar dalam hati dan berusaha untuk tetap tenang, hati – hati aku bertanya kedia,
Kok tiba-tiba kamu ada ditempat ponakan?
Apartementku lagi dihuni kakak iparku yang dari Papua, aku gak enak say’ kalo tidur disana soalnya dia dengan rombongan teman-temannya 5 orang dari Monokwari.
Tapi nomor yang aku telepone kamu ini adalah nomor Apartemenmu yang selama ini kamu akui Andi? Kamu mau menipu aku ya? teriakku keras sambil menangis, membangunkan ibu dan nenekku dari tidur lelapnya.
Tanganku gemetar memegang Handphoneku, rasanya saat itu juga aku ingin mencekik dia.
Andi baru sadar dengan apa yang telah terjadi, dia lupa kalo nomor yang aku hubungi itu adalah nomor tempat tinggalnya, dia lupa kalo dulu dia pernah bohong memberikan nomor telpon tempat tinggalnya yang diakuinya Apartement. Dengan gagap dia meminta maaf dan menjelaskan.
“ Aku minta maaf, aku benar-benar mencintai kamu, aku ingin kamu jadi milikku, aku pikir aku bisa mengatasai semua ini tapi ternyata diluar dugaanku!
Aku gak tinggal di Aprtement ’ aku tinggal di rumah susun Kemayoran, aku juga tidak punya mobil say’ tapi aku janji kalo kamu masih mau memberi aku kesempatan dua bulan lagi aku akan beli.
Cukup! Brengsek! Aku muak mendengarkan kamu Andi! Ujarku terbata-bata, aku gak pernah nuntut kamu harus punya apa selama ini, aku tidak pernah berniat mencari pasangan hidup yang harus memiliki segalanya! kamu sendiri yang memperkenalkan jati diri kamu dengan sejuta atribut kemewahan yang kamu miliki, ternyata kamu ngomong sambil berkhayal selama ini! Gak tau malu!
Aku yakin bukan ini saja kebohongan kamu pasti masih ada yang lain yang belum terungkap!
Ternyata benar, kebohongan Andi tidak hanya sampai disitu, lebih kejam lagi ternyata dia pernah menikah dan memiliki 2 anak.
Pilu yang aku rasakan saat itu benar-benar menghujam hatiku, Ya Tuhan ujian apa lagi ini yang kau berikan? Rintihku dalam hati.............
Hape aku matikan, Aku tidak kuat lagi mendengarkan omong kosongnya. Aku benar-benar hancur, aku benar-benar malu.
Nenekku berusaha menenangkan aku.
Pagi Jam 10 aku menelpon sahabatku Darma, kuceritakan semua yang telah terjadi sambil menangis, dia memberikan solusi untuk pulang ke Makassar dulu, akau tidak berpikir panjang kuiyakan saja saran dia.
Tiketnya biar aku kirim dan bayar dari sini’ dia menawarkan dengan tulus..
Nanti kamu tinggal ambil di Airport. Sekarang ini tenangkan diri kamu dulu.
Begitupun dengan Yulia saat aku kabari dengan apa yang telah terjadi dia hanya memberikan aku semangat.
” Sayang kamu cantik, kamu pinter, kamu baik. percayalah masih banyak laki-laki yang jauh lebih baik darinya. Ada banyak potensi yang ada dalam diri kamu.. tinggal tunggu waktu untuk akan membuktikan.
Aku mulai tenang, kukemas barang-barangku, Darma mengabariku jam 18.00 pesawatku boarding.
sepuluh menit kemudian Hapeku berdering, dari kode area Jakarta, kuurungkan niatku untuk menjawabnya, dugaanku ini pasti Andi. Semenit kemudian berdering lagi aku jadi teringat dengan lamaran yang sudah aku kirim 1 minggu yang lalu, akhirnya aku ber positif thinking dan menjawabnya.
Allah benar-benar tidak akan memberikan beban kepada hambanya diluar kemampuannya” diluar harapanku lamaran yang aku kirim melalui email kemarin direspon oleh salah satu Job Hunter dan meminta agar aku datang ke kantornya test interview siang ini juga, sebuah perusahaan holding company membutuhkan tenaga ahli ”Personal Communication”. Aku tidak berpikir panjang, dengan penampilan seadanya aku menuju kantor tersebut dan Alhamdulillah proses interview berjalan lancar.
Dalam perjalanan pulang menuju bandar udara cengkareng perasaanku bercampur jadi satu, aku seolah-olah melupakan semua yang telah terjadi tentang Andi, yang aku bayangkan adalah aku pasti lulus dalam interview tadi, belum lama berpikir begitu Hapeku berdering lagi,
Oh my God dari perusahaan yang tadi, kuangkat dengan hati-hati.
” Siang Ibu, berdasarkan hasil test tadi Ibu dinyatakan lulus. Dua minggu kedepan Ibu diminta untuk datang langsung ke perusahaan yang membutuhkan posisi ini untuk interview. Secercah harapan menentramkan jiwaku. Air mataku menetes terharu, keyakinaku semakin kuat ”Welcome to Jakarta!
Oh iya aku lupa menanyakan nama perusahaan yang dimaksud apa, aku coba redial nomor tadi tapi disconnected, sit! Pulsaku habis, gumamku lirih
Seperti dalam skenario cerita, hapeku tiba-tiba berbunyi, ada sms masuk dari M-Kios nomorku baru saja diisi pulsa senilai 100 ribu, ya Allah malaikat siapa lagi yang menghampiriku, sedetik kemuadian Pak Mumin sahabatku yang satu tim denganku saat bekerja mengirmkan sms
” Baru saja aku kirim pulsa ke hapemu semoga bermanfaat” Ya Allah, tau dari mana pulsaku habis? Lagi-lagi aku semakin sadar, disekelilingku masih banyak orang –orang yang mencintai aku dan terkesima dengan kebesaran Allah Swt. Sungguh dia Maha mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Perjalanan pulang, Kupandangi kegelapan malam dari balik jendela pesawat, rasanya baru saja aku memainkan sebuah lakon hidup yang sangat melelahkan, aku teringat dengan semua kejadian yang telah aku lewati. Batinku berkata,
”selamat tinggal kegalauan, selamat tinggal ketakutan. Teringat aku dengan sebuah hadits yang berbunyi ”Allah berkata Aku selalu berada dalam prasangka ummatku”
Kita, adalah apa yang kita pikirkan” begitulah bunyi sebuah teori motivasi, selama ini aku terlalu lama bermimpi buruk, aku terlalu takut dengan hari esok dan Tuhan benar-benar tunjukkan ketakutanku. Subhanllah..
Akhir Januari 2008
Hari ini aku mulai mengisi hariku dengan penuh optimis, aku selalu berusaha memenuhi pikiranku dengan hal-hal positif, satu minggu kemudia aku ke Jakarta lagi, kali ini bukan untuk Andi tapi untuk menjemput impianku, bekerja disebuah perusahaan yang ternama. Akhirnya impianku benar-benar datang, aku resmi diterima disebuah perusahaan yang memiliki puluhan anak perusahaan besar. Aku berhasil mendapatkannya, aku berhasil menaklukkan Jakarta ucapku bangga!
Aku bersyukur Tuhan memberiku ujian seperti ini, dengan begini aku bisa melewati metamorfosis hidup, hingga esok akan mengantarkanku pada sosok yang kuat, indah dan mempesona bak seekor kupu-kupu yang melewati fase hidupnya yang panjang berliku, dari ulat menjadi kepompong hingga bermetamorfosis berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan disenangi semua orang.
Ku kabari sahabat-sahabatku yang telah mendukung aku selama ini, tak lupa ku kabari ke kedua orang tuaku yang telah mendoakan aku dengan keikhlasan hatinya, Sungguh Allah Maha besar..
Kukubur dalam-dalam semua kenanganku tentang Andi, Kemarin hanyalah sejarah, Hari esok masih mistery, dan hari ini adalah Karunia.. lakukanlah hal yang terbaik hari ini tanpa mengingat masa lalu dan takut akan hari esok, solah-olah engkau baru dilahirkan hari ini dan tidak akan melihat hari esok lagi. Hari ini adalah Karunia kenapa tidak aku nikmati karunia yang telah diberikan sang Khalik padaku?
Buat seluruh sahabta-sahabat ku dipenjuru dunia..
kalau kita ingin jadi kupu-kupu yang cantik, sanggupkah kita menjalani metamorfosis kehidupan?? Untuk menjadi kupu-kupu yang cantik penuh pesona, sanggupkah kita menjalani ketertatihan sebagai ulat yang buruk rupa kemudian jadi kepompong? Di saat tak ada yang menghargai, mendukung atau menolong kita, tapi kita harus tetap melangkah dan terus melangkah karena kita yakin tujuan akhir perjalanan ini.
mari kita berubah menjadi diri yang baru, diri yang penuh pesona keindahan.
Stu lagi, sahabat sejati adalah ketika kita senang dan bahagi dia hanya diam dan tersenyum menyaksikan kebahagiaan kita, tapi ketika kita susah dia akan datang menghampiri dan berkata ” Just be relax friend I’m here with you”.Selamat menemukan sahabat sejati"
Jakarta
Juli 2008 Pukul 23.10 Wib
Minggu, 28 Oktober 2007
Luapan Rasa Seorang "Rangga"

Jam dinding terus berdetak memecah sunyinya malam, waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 dinihari, Inge masih terbaring gelisah diatas pembaringannya matanya sulit sekali terpejam, pertemuannya dengan Rangga tadi sore benar- benar telah menguak sebuah cerita panjang..
Tak disangka selama 6 tahun Rangga baru berani menumpahkan semua isi hati dan perasaannya terhadap Inge, tentang betapa selama 6 tahun ini dia memendam cinta, betapa selama 6 tahun ini Inge hanya asyik dengan dirinya sendiri tanpa sedikitpun sadar dengan perasaan Rangga, betapa selama 6 tahun ini Inge tanpa beban curhat ke Rangga tentang episode demi episode perjalanan cinta yang dilaluinya dengan beberapa pria. Oh tuhan.. betapa bodohnya aku, betapa aku telah melukai persaaan Rangga selama ini, pekik batin Inge..
Kenapa sih, gak dari dulu kamu berterus terang Ngga’? Kenapa gak dari dulu saat aku curhat kekamu tentang betapa merananya aku dengan sekelumit kisa cintaku yang tak pernah berujung? Kenapa ga dari dulu sebelum Irfan temen kamu datang mengubar pesona padaku??
Kenapa Ngga’????
Aku gak bisa Nge’ sumpah aku gak berani, aku takut kecewa, aku gak mau makin sakit hati. Sudah cukup sakit hatiku mendengar curhatan kamu tentang iwan, tentang Aji, tentang Didi dan tentang yang lain, suduh cukup aku melihat kamu jalan berdua dengan Irfan teman aku sendiri, sudah cukup aku mendengar suara-suara sumbang dikantor kalo kamu dan Irfan jadian, pacaran bahkan semakin dekat .. walau sebenarnya Irfan tau kalo aku juga naksir kamu dan kamu juga tau kan waktu itu Irfan sudah tunangan?? Iya kan Nge’???
Inge masih terpekur. Dia teringat kejadian enam tahun yang lalu saat dia memutuskan untuk memilih Irfan yang tak lain teman kantor Rangga sendiri,
Saat itu Mereka berdua hadir disaat inge sedang sendiri, kepergian Indra kekasihnya yang hilang begitu saja telah menorehkan luka yang dalam di hati Inge. Dan dua sosok pria ini datang mencairkan kembali Jiwanya yang sedang rapuh dan mewarnai hari-hari nya yang dirundung sepi.
Seiring bergulirnya waktu ternyata Irfan lebih mempeseona dimata Inge, walaupun sebenarnya perhatian Rangga tidak kalah dibanding Irfan tapi dengan Irfan Inge merasa mendapatkan apa yang selama ini dibutuhkan, buaian manis walau ternyata palsu, dan kata-kata romantis hampir setiap saat dikirimkan Irfan.. dan ironisnya lagi Irfan berani mengakui ke Inge kalo dia sebenarnya sudah bertunangan dan lima bulan lagi akan menikah, tapi itu bukan hal penting bagi Inge, seolah-olah dia telah dibutakan dengan pesona Irfan selama ini, satu hal lagi yang tidak bisa termaafkan oleh Inge, Irfan tidak hanya datang dengan membawa bujukan-bujukan manis tapi dia juga menarik simpati Inge dengan menjatuhkan Rangga dimatanya, Irfan tega menebar fitnah tentang Rangga dengan harapan Inge akan il-feel.
Bodooooh!!! Teriak Inge sambil memukul kepalanya, emosinya tak dapat terbendung lagi, dia baru menyesali semuanya..
Ngga' tapi kan setelah cerita Irfan berlalu kesempatan gak sampai disitu saja kan?, Irfan sudah menikah dan kamu gak punya penghalan lagi kan? Kamu kemana aja Ngga?
Sudah aku coba Nge’ tapi aku gak tau kapan moment yang tepat untuk memulainya, setiap kali aku mau mencoba selalu saja ada penghalang, entah kamu asyik dengan Hape mu yang setiap saat Online tanpa peduli aku, entah kamu akan curhat tentang pacar barumu dan setelah itu kamu akan ngilang lagi entah kemana, entah kamu asyik bercerita tentang diri kamu sendiri tanpa ngasih aku kesempatan untuk ngomong.
Sekalipun kamu gak pernah nge’ ngasih aku peluang,
Apa pernah selama 6 tahun kita berteman kamu nanya ke aku ” Ngga kamu dah punya pacar blom ? Apa pernah Nge’ selama 6 tahun kita berteman kamu peduli dengan perasaan aku? Apa pernah selama 6 tahun kita berteman kamu sedikit saja khawatir tentang keadaan aku? Walaupun kamu tau aku sakit, apa pernah kamu Menayakan aku dah sembuh apa belum? Sudah makan belum? kapan mulai bisa kerja lagi? Atau setidaknya jangan lupa kedokter..
Kalimat demi kalimat terus mengalir dari bibir Rangga, Dari mata sayunya yang kini mulai berkaca-kaca Inge benar-benar yakin kalau Ranga sama sekali tidak sedang berdusta.
Terlalu jauh jika kamu menanyakan tentang keluargaku" bisik Rangga lirih, bahkan Sekalipun gak pernah kamu punya niat untuk tau tentang kesenanganku, tentang kebiasaan-kebiasaanku, tentang hari-hariku dikantor, tentang gimana rasanya dirantau jauh dari keluarga? Gak pernah kan Nge’??? Rangga berucap dengan suara bergetar..
Bahkan satu tahun lalu setelah aku dimutasi ke Medan, aku mencoba memberanikan diri terbang dari Medan ke kotamu hanya untuk membuktikan perasaan ini yang semakin lama semakin sulit aku bendung, untuk terakhir kalinya aku memberanikan diri datang untuk menumpahkan semua isi hatiku selama ini.
Aku bertekad apapun yang terjadi nanti aku sudah siap dengan resiko.. saatnya aku harus mencoba!
Dan ternyata, tau gak Nge? lagi dan lagi kedatanganku kamu sambut dengan curhat kamu tentang keinginan kamu untuk menikah, tapi masih terkendala perbedaan konsep hidup, walau ternyata sekarang aku baru tau kamu putus lagi dengan pria itu..
Mendengar ucapan Rangga, Inge kembali sesenggukan. Dari balik kerudung putih nya Kali ini ia tampak tak kuasa lagi menahan air matanya, Bibirnya bergerak-gerak seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tak ada suara yang keluar kecuali isaknya yang semakin menyayat.
Rangga terus berbicara sambil berusaha mengendalikan perasaanya,
Bisa kamu bayangkan gimana perasaan aku waktu itu? Aku pulang dengan sejuta kekecewaan, dan saat itu aku mulai memutuskan akan membuka lembaran baru, akan kukubur semua hal tentang kamu, bagaimanapun aku masih punya kehidupan sendiri dan umurku semakin bertambah, saatnya aku harus menata hidup,
Satu hal yang aku dapat ”Sekalipun kamu gak pernah ada Perasaan terhadap Aku”
Apa pantas Nge’ aku dikatakan pengecut kalau kondisinya sudah seperti itu?
Padahal Nge’ kalau saja waktu itu kamu nanya ” Ngga kamu dah punya pacar blom? Pasti akan kujawab BELUM walaupun mungkin saat itu aku sudah memilikinya,
Tapi kesempatan itu hanya mimpi Nge’, mimpi yang aku bawa dan menjadi beban bagiku selama 6 tahun ini..6 tahun Nge' 6 tahun aku memendam perasaan itu..
Untuk beberapa saat mereka kembali terdiam, Rangga lalu menarik nafas panjang sambil membelai kerudung Inge yang mulai basah oleh air mata..
Rangga menatap dalam mata Inge, mereka saling bertatapan tanpa bisa berkata sepatahpun bahkan Suara Inge kini bercampur isak tangis sementara air matanya menggenang di kedua matanya yang luka. Dia terkesima. Terus terang, tidak pernah terpikir sebelumnya kalau apa yang dia lakukan selama 6 tahun akan membuat hati Rangga tersayat.
Nge'tapi setidaknya malam ini aku sangat bahagia, aku seperti diberi setetes air dalam perjalanan panjang disebuah gurun yang gersang, aku lega banget Nge’ bisa mengungkapkan semua ini ke kamu walaupun sudah terlambat.
Inge terduduk lemas lunglai tak berdaya. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya, ia tak dapat menahan haru, Pengakuan Rangga barusan terasa menyayat hatinya menusuk hingga kekalbu, Dia sebenarnya sudah menyangka bahwa perhatian Rangga selama ini kepada dirinya bukan sebuah perhatian biasa. Tapi setelah mendengar cerita tentang dia dari Irfan, dan setelah menunggu sekian lama, hingga berapa tahun lamanya, tiada sebuah pernyataan cinta yang terungkap dari seorang Rangga, Inge pun akhirnya merasa bahwa Rangga hanya menganggap dirinya sebagai sahabat atau adiknya. Tidak lebih dari itu.
Tapi sekarang semuanya jelas. Inge telah salah duga. Rangga ternyata menyimpan sebuah perasaan sayang kepadanya. Hanya saja dia tidak berani mengungkapkannya, Inge benar-benar merasa bersalah selama ini,
Maafkan aku ngga’ hatiku benar-benar buta selama ini, kamu dah banyak berkorban buat aku, kamu benar-benar baik padaku.. aku sudah tega Ngga melukai perasaan kamu selama ini.
Mengalirlah semua kenangan inge tentang Rangga, ketika dia tersakiti oleh seseorang, yang menemani kagalauannya pasti Rangga, ketika dia disibukkan oleh urusan kuliah dan kantor, yang menemaninya setiap saat pasti rangga, ketika Inge merasa sendiri dan tidak memiliki siapapun, orang pertama yang dicari pasti Rangga, ketika dia butuh sesuatu pertolongan, yang dicari pasti Rangga, Rangga dan selalu Rangga bahkan sekalipun Rangga tidak pernah menolak. bagi Rangga menyenangkan hati Inge adalah hal yang paling membahagiakan bagi hidupnya..
Inge’ menggenggam erat tangan rangga sambil menyandarkan badannya di sebuah dinding bambu. Sebenarnya ini sebuah berita gembira buatnya. Tapi sayang, berita ini sudah terlambat . Andai saja pengakuan Rangga 6 tahun lebih cepat, andai saja waktu masih mau berpihak pada mereka, mungkin ceritanya akan lain. Inge pasti sudah melonjak, tertawa dan bahagia..
Semua sudah telambat setelah Rangga menikah lima bulan lalu, setelah Inge berencana beberapa bulan lagi akan menikah dengan pilihan hatinya, dan setelah semua kisah ini hanya bisa menjadi cerita bagi anak cucunya kelak, Rangga baru punya nyali untuk berterus-terang tentang isi hatinya..
yaah.. Tuhan telah menakdirkan kita untuk Tidak berjodoh..ucap Rangga terbata-bata Aku memutuskan menikah dengan teman kantorku sendiri, saat ini Alhamdulillah istriku telah mengandung darah dagingku, doakan aku Nge semoga keluargaku menjadi keluarga yang Sakinah.
Maafkan aku Rangga. Mungkin ini adalah jalan Tuhan yang telah direncanakan buat kita, Dia Maha mengetahu apa yang tersembunyi, dan aku yakin apapun yang diberikan saat ini itulah yang tebaik bagi kita. Yah Inilah jalan yang terbaik bagi kita berdua..
Semoga kamu bisa menjadi Suami dan Ayah yang baik bagi keluargamu, Doakan aku juga semoga cerita cintaku yang panjang dan berliku, yang menjadi penghalang kamu selama ini akan segera berakhir dan berlabuh di Pelaminan.
Pukul 02.00 dini hari, Inge mulai terlelap dalam tidur indahnya, terbawa oleh mimpi –mimpinya tentang cerita indah hari esok yang siap menanti. Dan berlalulah malam indah itu bersama keharuan dihati Inge..
Based on True story, thanks for d'one who have giving me awareness about love..
Langganan:
Postingan (Atom)



